Hukuman 3,5 Tahun Taeil Eks NCT Picu Amarah Publik Korea
Ceritakita – Putusan final Mahkamah Agung Korea Selatan terhadap Moon Taeil kembali memicu reaksi keras dari publik Korea. Mantan anggota NCT itu resmi dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan.
Taeil, yang kini berusia 30 tahun, divonis bersama dua rekannya yang diidentifikasi sebagai A dan B. Ketiganya dinyatakan bersalah atas kasus kekerasan seksual secara berkelompok.
Per tanggal 26 Desember waktu Korea Selatan, pengadilan menetapkan hukuman penjara 3,5 tahun. Selain itu, para terdakwa juga diwajibkan mengikuti 40 jam program edukasi kekerasan seksual.
Kasus ini bermula pada Juni 2024. Taeil dan dua rekannya bertemu korban, seorang warga negara asing, di sebuah klub di kawasan Itaewon.
Saat korban berada dalam kondisi mabuk dan tidak mampu melawan, ketiganya membawa korban ke sebuah rumah di kawasan Bangbae-dong, Seocho-gu. Di lokasi tersebut, kekerasan seksual dilakukan.
Penyelidikan kepolisian menemukan bukti DNA milik ketiga terdakwa di tubuh korban. Temuan ini memperkuat dakwaan jaksa dalam proses persidangan.
Dalam persidangan tingkat pertama, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyatakan ketiganya bersalah atas pemerkosaan berkelompok. Taeil dan dua terdakwa lainnya mengakui seluruh dakwaan.
Catatan persidangan juga mengungkap bahwa para terdakwa telah mencapai kesepakatan penyelesaian dengan korban. Fakta tersebut menjadi bagian dari pertimbangan hukum.
Meski begitu, upaya pembelaan tetap dilakukan. Taeil dan rekan-rekannya mengklaim bahwa mereka menyerahkan diri secara sukarela kepada pihak berwajib.
Pengadilan menolak klaim tersebut. Majelis hakim menegaskan bahwa pengakuan bersalah baru disampaikan setelah penyelidikan polisi berjalan.
Ketiganya juga membantah tuduhan bahwa kejahatan tersebut telah direncanakan sebelumnya. Namun, jaksa menghadirkan bukti berupa pesan teks yang dipertukarkan A dan B pada hari kejadian.
Pesan tersebut sebelumnya diungkap oleh media Dispatch. Salah satu pesan berbunyi, “Don’t fall asleep lol,” tulis A.
Pesan lain menyebutkan, “Come to XXX-XX Bangbae-dong,” kata B. Komunikasi ini disebut memperlihatkan koordinasi sebelum kejadian.
Terdapat pula pesan lanjutan, “You better open up got it? 7 minutes left,” yang dikirim sebelum kekerasan terjadi.
Setelah kejadian, muncul pesan lanjutan yang menimbulkan sorotan. “Make sure you grab a taxi further away, so it shows a different location,” tulis B.