Inara Rusli Tawarkan Perdamaian ke Wardatina Mawa
- Tribunnews.com
Ceritakita –Aksi Inara Rusli yang menawarkan perdamaian kepada Wardatina Mawa mendadak menjadi perhatian publik. Langkah tersebut diambil di tengah polemik dugaan perzinaan yang menyeret namanya.
Wardatina Mawa diketahui merupakan istri sah dari Insanul Fahmi. Sebelumnya, ia melaporkan Inara Rusli dan suaminya dalam kasus dugaan perzinaan yang kini masih bergulir.
Permasalahan ini mencuat setelah terungkap bahwa Inara Rusli dan Insanul Fahmi diam-diam menikah siri. Pernikahan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Wardatina Mawa sebagai istri sah.
Situasi itu membuat Inara Rusli menjadi sasaran kritik warganet. Banyak pihak menilai tindakannya tidak pantas dan menimbulkan polemik di ruang publik.
Di tengah tekanan tersebut, Inara Rusli sempat melaporkan Insanul Fahmi ke pihak kepolisian. Laporan itu terkait dugaan penipuan yang dialaminya.
Namun, laporan tersebut kini telah dicabut. Inara Rusli mengaku telah berdamai dengan Insanul Fahmi yang menikah siri dengannya.
"Sama Mawanya belum, karena beda tempat ya. Kalau sama Insanul aja perdamaiannya, baru itu. Jadi satu-satu, step by step," ujar Daru Quthny selaku kuasa hukum Inara Rusli, dikutip dari Grid.ID, Kamis 1 Januari 2026.
Daru menegaskan kliennya akan bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum lanjutan. Hal itu tetap dilakukan meski Inara Rusli telah menawarkan perdamaian.
"Nggak apa-apa, nggak apa-apa, kita ikutin aja semuanya," kata Inara Rusli.
Keputusan mencabut laporan juga diambil karena Inara Rusli memilih untuk taat kepada sang suami. Langkah itu, menurutnya, dilakukan atas saran Buya Yahya.
Buya Yahya disebut menyampaikan bahwa hubungan Inara dan Insanul Fahmi sudah sah secara agama. Karena itu, ia diminta untuk tidak larut dalam opini publik.
"Buya menyampaikan bahwa kalau sudah sah, sudah halal, sudah nggak perlu lagi memikirkan opini publik. Karena yang menjalankan rumah tangga ini kan antara suami dan istri," ungkap Inara Rusli.
Lebih lanjut, Inara Rusli tetap membuka peluang perdamaian dengan Wardatina Mawa. Ia berharap persoalan yang ada dapat diselesaikan secara baik-baik.
"Dan saya berharap juga kita juga mau akan lakukan juga terhadap Ibu Mawa. Mudah-mudahan Ibu Mawa ataupun pengacaranya bisa menerima itikad baik kita untuk damai. Artinya kalau memang bisa kita selesaikan secara damai, kenapa tidak? Lebih baik kan begitu," ujar Daru Quthny.