Kwon Mina mantan personel AOA Ungkap Percobaan Bunuh Diri dan Trauma Panjang
- Allkpop
Ceritakita – Pada 1 Januari, mantan anggota AOA, Kwon Mina, mengungkap bahwa dirinya diselamatkan setelah mencoba bunuh diri. Pengakuan itu disampaikan melalui serangkaian unggahan di media sosial pribadinya.
Pagi hari tersebut, Mina membagikan pesan panjang dengan judul, “Selamat tinggal, dan aku minta maaf.” Unggahan itu langsung memicu kekhawatiran publik.
Sekitar dua jam kemudian, ia kembali mengunggah penjelasan lanjutan. Mina memaparkan secara detail momen yang dialaminya saat percobaan tersebut terjadi.
“Jika saja dibiarkan sedikit lebih lama, aku benar-benar bisa menepati janjiku hari ini. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara-suara, dan seseorang mulai mengguncangku dengan keras. Kesadaranku terus hilang timbul, dan aku terus berteriak ‘tolong’ dalam hati—lalu aku diselamatkan lagi. Aku menjadi seperti anak yang berteriak serigala,” tulisnya.
Unggahan lanjutan itu semakin menambah kecemasan penggemar. Ia kembali menegaskan niatnya dengan kalimat, “Tapi aku akan menepati janjiku. Menghilang tepat di depan mata kalian,” ungkapnya.
Mina juga membagikan foto yang menunjukkan kemerahan di area lehernya. Unggahan tersebut memperkuat kekhawatiran kondisi mental yang tengah dialaminya.
Sebelumnya di hari yang sama, Mina telah menulis pesan panjang mengenai rasa sakit emosional yang ia tanggung. “Aku mengejutkan orang-orang dengan adegan-adegan yang mengerikan, berulang kali memposting hal-hal yang membuat semua orang lelah, dan mengundang kritik, termasuk postingan yang mengakui kesalahanku sendiri. Aku tidak dalam keadaan pikiran yang normal,” tulisnya.
Ia melanjutkan, “Aku melakukan semuanya karena aku merasa benar-benar dirugikan. Aku sangat membenci perasaan dirugikan sehingga aku mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkannya, tetapi pada akhirnya, aku menghancurkan diriku sendiri,” katanya.
Mina juga menyinggung proses hukum yang sedang ia jalani terkait kasus pelecehan seksual. “Saya telah menjalani persidangan selama empat tahun sebagai korban pelecehan seksual yang mengakibatkan cedera,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meski pelecehan diakui, cedera tidak terbukti secara hukum. “Dalam persidangan pertama, pelaku dinyatakan tidak bersalah karena batasan waktu penuntutan,” lanjutnya.
Menjelaskan ketiadaan bukti fisik, Mina berkata, “Saya takut akan pembalasan, khawatir ibu saya akan mengetahuinya, tidak punya uang untuk pergi ke rumah sakit, dan malah harus bersembunyi.” Ia mengaku masih mengalami mimpi buruk dan trauma berulang.