18 Tahun Menanti, Akhirnya Paul Thomas Anderson Bawa Pulang Gelar Sutradara Terbaik di Oscar 2026

Paul Thomas Anderson
Sumber :
  • CNN Indonesia

Ceritakita – Dunia sinema baru saja menyaksikan sebuah keadilan sejarah. Setelah hampir dua dekade menjadi langganan nominasi tanpa pernah menyentuh patung emas untuk penyutradaraan, Paul Thomas Anderson (PTA) akhirnya resmi dinobatkan sebagai Best Director di ajang Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026.

Taylor Swift & Travis Kelce Ngumpet di Afterparty Oscar 2026, Takut Ketemu Kim K?

Lewat film terbarunya, One Battle After Another, PTA membuktikan bahwa konsistensi dan visi visual yang berani adalah jalur one way menuju keabadian di Hollywood.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan koleksi trofi, melainkan penuntasan dahaga panjang sejak ia pertama kali masuk nominasi kategori serupa pada 2008 lewat mahakarya There Will Be Blood.

Detik-detik Kylie Jenner Kena Cold Shoulder Kakak Timothée Chalamet, Fix Gak Direstui?

Selama 18 tahun, PTA berkali-kali masuk bursa lewat Phantom Thread (2018) hingga Licorice Pizza (2022), namun baru di tahun 2026 inilah kemujuran benar-benar berpihak padanya.

Pidato Haru untuk Sahabat dan Rekan Sejawat

K-Pop Demon Hunters Sabet Oscar 2026: Bukti Budaya Korea Masih Jadi 'Raja' Global

Malam itu, Dolby Theatre bergemuruh dengan standing ovation. Paul Thomas Anderson naik ke panggung dengan sapaan yang rendah hati namun emosional.

Dalam pidatonya, ia sempat menyebutkan sosok sahabatnya, Adam, yang ia gambarkan sedang menikmati minuman di sisi lain bayang-bayang sambil merayakan kemenangannya.

"Terima kasih dari lubuk hati saya. Saya sangat senang menyebut dunia perfilman sebagai rumah saya," ujar pria berusia 55 tahun tersebut.

Ia juga memberikan penghormatan kepada para pesaingnya yang tangguh, seperti Ryan Coogler, Chloé Zhao, Josh Safdie, dan Joachim Trier, menyebut mereka sebagai "teman sekelas" terbaik yang pernah ia miliki.

Kemenangan ini pun semakin lengkap karena PTA juga memenangkan kategori Best Adapted Screenplay di malam yang sama, sebuah pencapaian ganda setelah 37 tahun berkarier.

Maestro yang Tak Pernah Berhenti Bereksperimen

Sejak memulai debutnya di tahun 1988, PTA memang dikenal sebagai sutradara yang gemar mengeksplorasi sisi gelap psikologis manusia, mulai dari keterasingan hingga penebusan dosa dalam keluarga yang disfungsional.

Gaya visualnya yang menggunakan long take dan pergerakan kamera dinamis selalu menjadi rujukan bagi sineas muda di seluruh dunia.

Keberhasilannya menyapu bersih penghargaan mulai dari BAFTA, Golden Globe, hingga DGA Awards tahun ini menunjukkan bahwa One Battle After Another adalah puncak kematangannya sebagai pembuat film terkemuka generasinya.