Kisah Masiroh, TKW yang Dikira Meninggal 22 Tahun Lalu Tetiba Pulang ke Rumah

TKW bernama Masiroh pulang ke Indramayu dikira sudah meninggal
Sumber :
  • VIVA

Kemudian pada tahun 2023, keluarga melihat sebuah tayangan dari salah seorang konten kreator yang menjadi titik terang keberadaan Masiroh. Dari sana, keluarga berhasil menemukan kontak majikan Masiroh. 

Program Mudik Gratis Pemprov Jateng dan Aqua, Warga: Sangat Membantu

"Dari tahun 2001 itu masih ada kontak, hilang kontak itu pas tahun 2002, terus pas 2023 ada seorang YouTuber yang videoin permasalahannya diterangin secara detail, Alhamdulillah ada perkembangan," ujar Abdul

Keluarga kemudian bisa terhubung dengan Majikan Masiroh melalui video call. "Sama majikan ke empat ini ada komunikasi lewat video call. Jadi dari majikan pertama itu totalnya empat tahun, terus setelah empat tahun Masiroh dilempar ke majikan lain," ujar Abdul.

Momen OSO Pimpin Pemakaman Ketua Dewan Guru KKI Imam Budiarto Buchori

Hingga saat ini, menurut Abdul, Masiroh masih mengalami trauma yang mendalam akibat penyiksaan majikan dan peperangan di Suriah. Bahkan akibat sejumlah pengalaman pahit yang dilaluinya, Masiroh kini tidak mengenal teman-temanya semasa ia duduk di bangku sekolah, serta tidak fasih berbahasa Indonesia.

"Masiroh sempat dikabarkan meninggal karena pas dua tahun Masiroh bekerja di Suriah, tidak ada kontak sama sekali sampai 2023, apalagi kami di sini tau kalau negara sana saat itu sedang terjadi konflik," ujar Abdul

Berdayakan UMKM, Pelindo Solusi Logistik Bagikan Makanan buat Buka Puasa

Meski mengira Masiroh sudah meninggal, namun keluarga masih merasa ada yang janggal. Dalam lubuk hati terdalam dari keluarga meyakini bahwa Masiroh masih hidup.

"Tapi seandainya Masiroh sudah meninggal pun biasanya kami pihak keluarga pasti ada yang mimpi ketemu dia, itu pasti tanda-tandanya. Nah berhubung tanda-tanda itu tidak ada maka kami sebenarnya masih yakin kalau kakak saya Masiroh itu masih hidup. Kami sudah menggelar tahlilan, bahkan kalau ada acara tahlilan apapun itu kami keluarga sering atau selalu mengirim doa untuk Masiroh, karena kami sudah menganggapnya sudah tidak ada," terang Abdul.

Halaman Selanjutnya
img_title