Adam Mosseri Sebut Konten AI Kini Tak Bisa Dibedakan dari Karya Manusia

Adam Mosseri
Sumber :
  • Getty Image

Ceritakita – Bos Instagram Adam Mosseri angkat bicara soal masa depan seniman, kreator, dan fotografer di platform media sosial tersebut.

img_title Aldy Maldini Akui Kena Mental Usai Kasus Tipu Fans

Ia menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI membuat karya manusia dan AI semakin sulit dibedakan.

Pandangan itu disampaikan Mosseri melalui tulisan panjang di situs resmi Instagram. Ia menjelaskan bahwa kemampuan AI saat ini telah meniru banyak aspek yang sebelumnya menjadi ciri khas kreator manusia.

img_title Paula Verhoeven Unggah Momen Bareng Anak, Singgung Izin dan Keputusan Sepihak

"Semua hal yang membuat kreator ada artinya, be real [apa adanya], menjalin koneksi, dan suara yang tidak bisa dijiplak, kini bisa dilakukan oleh semua orang yang punya perangkat yang tepat," katanya.

Menurut Mosseri, kualitas foto, video, hingga suara hasil buatan AI terus meningkat dari waktu ke waktu.

img_title Duka Belum Usai Reza Arap Balas Komentar Miring soal Lula Lahfah

Kondisi ini membuat perbedaan antara konten buatan manusia dan AI menjadi nyaris mustahil, bahkan bagi perusahaan media sosial itu sendiri.

Ia mengakui bahwa para pengembang teknologi, termasuk platform media sosial, juga mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi konten yang dihasilkan oleh AI.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi AI, kemampuan media sosial untuk mendeteksi konten buatan AI justru dinilai semakin menurun.

Dalam situasi tersebut, Mosseri menilai penandaan konten AI bukan lagi solusi paling efektif.

"Sudah banyak orang yang percaya, termasuk saya, bahwa langkah yang lebih praktis adalah menandai media 'nyata' dibanding media 'palsu.' Produsen kamera misalnya bisa menandai gambar yang diambil dengan kriptografi, menciptakan rantai kepemilikan," ungkapnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kondisi media sosial saat ini yang dipenuhi gambar dan video hasil buatan AI. Tak sedikit di antaranya merupakan konten berkualitas rendah yang kerap disebut sebagai AI slop.

Fenomena ini turut dipicu oleh berbagai fitur baru yang dirilis perusahaan teknologi, termasuk Meta sebagai induk perusahaan Instagram.

Kehadiran fitur-fitur tersebut mempercepat produksi dan penyebaran konten AI di platform media sosial.

Dalam situasi ini, Instagram dinilai mulai mengalihkan tanggung jawab terkait maraknya konten palsu kepada pihak lain.

Alih-alih memperketat pengawasan, platform tersebut justru mendorong pendekatan penandaan konten asli sebagai solusi.