Bukan Kebetulan, Migrain Pada Perempuan Ternyata Mengikuti Perubahan Hormon

Migrain pada Perempuan
Sumber :
  • Pexels/Kindel Media

Ceritakita – Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Pada banyak perempuan, keluhan ini kerap muncul berulang di waktu yang hampir sama, seperti menjelang haid, saat hamil, atau mendekati menopause.

img_title Ciri-Ciri Hamil Muda yang Paling Sering Terjadi di Awal Kehamilan

Kondisi tersebut bukan kebetulan, melainkan berkaitan erat dengan perubahan hormon di dalam tubuh. Perempuan tercatat lebih sering mengalami migrain dibandingkan laki laki.

Salah satu penyebab utamanya adalah fluktuasi hormon, terutama estrogen, yang secara langsung memengaruhi sistem saraf dan jalur nyeri di otak.

img_title Friceilda Prillea Laporkan Anrez Adelio ke Polisi atas Dugaan TPKS

Setiap perubahan fase kehidupan perempuan membawa dinamika hormon yang berbeda dan dapat berdampak pada frekuensi serta intensitas migrain.

Perubahan hormon tidak hanya terjadi saat menstruasi. Kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal, hingga terapi hormon juga turut berperan dalam memicu atau meredakan migrain.

img_title Viral Curhatan Wanita Mengaku Hamil Tapi Janinnya Tiba-tiba Raib

Berikut penjelasan keterkaitan migrain dengan hormon pada perempuan. Peran estrogen menjadi faktor utama dalam migrain.

Migrain sering dikaitkan dengan perubahan kadar hormon, khususnya estrogen. Kendati mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, estrogen diketahui berpengaruh langsung pada jalur nyeri di sistem saraf.

Saat kadar estrogen naik atau turun secara drastis, otak menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri sehingga migrain lebih mudah muncul. Apa pun yang memengaruhi kadar estrogen berpotensi memicu migrain.

Siklus menstruasi, kehamilan, menopause, serta penggunaan obat hormonal seperti pil KB, terapi pengganti hormon, terapi kesuburan, hingga terapi hormon pada individu transgender termasuk di dalamnya. Migrain yang berkaitan dengan siklus menstruasi merupakan kondisi yang umum.

Sekitar dua pertiga perempuan dengan migrain mengalaminya menjelang atau saat haid. Penyebabnya adalah penurunan kadar estrogen secara alami beberapa hari sebelum menstruasi dimulai.

Sebagian perempuan tetap mengalami migrain di luar masa haid. Namun, jika migrain hanya muncul saat menstruasi, kondisi ini dikenal sebagai pure menstrual migraine. Mencatat pola migrain dan siklus haid selama minimal tiga bulan dapat membantu mengenali hubungan keduanya.

Pada masa kehamilan, banyak perempuan justru merasakan perbaikan migrain. Kondisi ini diduga terjadi karena kadar estrogen meningkat pesat di awal kehamilan dan bertahan tinggi hingga persalinan.

Halaman Selanjutnya
img_title