Kolesterol Tinggi Bisa Turun Cepat, Ini 7 Olahraga yang Disarankan
- Pexels/RUN 4 FFWPU
Ceritakita – Kolesterol tinggi sering kali menjadi alarm awal masalah kesehatan yang lebih serius. Saat kondisi ini terdeteksi, dokter umumnya menyarankan perubahan gaya hidup, salah satunya dengan rutin berolahraga.
Olahraga berperan penting dalam mengelola kadar kolesterol karena mampu membantu menurunkan berat badan sekaligus menekan kolesterol jahat atau LDL.
Di saat yang sama, aktivitas fisik juga mendorong peningkatan kolesterol baik atau HDL yang melindungi kesehatan jantung. Kolesterol sendiri merupakan zat lemak yang beredar di dalam darah.
Jika dikonsumsi berlebihan melalui makanan, kolesterol dapat menumpuk di dinding arteri, membuat pembuluh darah menyempit dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Karena itu, olahraga menjadi langkah preventif yang efektif dan relatif mudah dilakukan. Berikut beberapa jenis olahraga yang terbukti membantu menurunkan kolesterol.
Jalan cepat
Jalan kaki termasuk olahraga paling sederhana dan aman dilakukan hampir semua orang. Aktivitas ini juga ramah bagi persendian, terutama pada usia lanjut.
Penelitian tahun 2013 yang membandingkan puluhan ribu pelari dan pejalan kaki menunjukkan bahwa jumlah energi yang dikeluarkan saat berolahraga lebih berpengaruh dibandingkan jenis olahraganya.
Baik berjalan maupun berlari memberikan manfaat serupa, termasuk menurunkan risiko kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.
Bersepeda
Bersepeda mengeluarkan energi setara dengan joging, tetapi memberi tekanan lebih ringan pada persendian.
Karena itu, olahraga ini sering disarankan bagi mereka yang mengalami nyeri sendi. Studi tahun 2016 menunjukkan bahwa orang yang rutin bersepeda ke tempat kerja memiliki risiko kolesterol tinggi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang bersepeda.
Manfaatnya dinilai sebanding dengan olahraga lari.
Berenang
Berenang dikenal sebagai latihan aerobik yang sangat baik untuk persendian. Studi tahun 2010 yang membandingkan kebiasaan berenang dan berjalan kaki pada perempuan usia 50 hingga 70 tahun menemukan bahwa perenang memiliki berat badan, distribusi lemak tubuh, dan kadar kolesterol LDL yang lebih baik.
Penelitian lain pada tahun 2008 juga mencatat bahwa laki laki yang rutin berenang memiliki risiko kematian akibat berbagai penyebab 53 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang aktif bergerak.

:format(webp)/article/URFUle35tWMUoN2ySRoZF/original/092683700_1595237736-Posisi-Bersepeda-yang-Baik-Cegah-Nyeri-Otot-shutterstock_521798383.jpg)