Samsung Ungkap Krisis Memori Bikin Harga Gadget Bakal Naik
- Samsung
Ceritakita – Samsung menyampaikan kabar kurang menggembirakan di tengah gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas. Pada hari kedua acara tersebut, seorang petinggi perusahaan mengungkapkan bahwa kelangkaan chip memori kian memburuk dan berpotensi memaksa Samsung menyesuaikan harga perangkatnya dalam waktu dekat.
Sikap raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menunjukkan bahwa apabila krisis DRAM terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, berbagai perangkat teknologi yang digunakan sehari-hari berpeluang menjadi lebih mahal dan menambah beban pengeluaran konsumen.
Mengutip laporan Bloomberg, Presiden sekaligus Kepala Pemasaran Samsung, Won Jin Lee, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara.
Ia menyebutkan bahwa akan ada persoalan serius terkait pasokan semikonduktor yang dampaknya dirasakan oleh seluruh industri. Meski demikian, Lee menegaskan Samsung tidak berniat membebankan seluruh kenaikan biaya kepada konsumen, namun perusahaan hanya mampu menyerap biaya hingga batas tertentu.
Menurut Lee, kenaikan harga komponen sebenarnya sudah terjadi dan menjadi kondisi yang relatif normal dalam beberapa bulan terakhir. Ia menjelaskan, lonjakan permintaan bermula ketika perusahaan kecerdasan buatan besar seperti Google, Meta, OpenAI, xAI, dan lainnya membangun pusat data baru untuk memenuhi kebutuhan pemrosesan yang semakin kompleks.
Chip memori menjadi salah satu komponen utama dalam pusat data, selain unit pemrosesan grafis dan prosesor berbasis kecerdasan buatan. Jenis memori yang digunakan merupakan DRAM kelas industri, yang juga dimanfaatkan pada berbagai perangkat konsumen seperti laptop, ponsel pintar, konsol gim, hingga perangkat realitas virtual. Ketika perusahaan kecerdasan buatan bersedia membayar lebih mahal, produsen cenderung memprioritaskan pasokan ke sektor tersebut dan memicu kelangkaan di pasar konsumen.
Kondisi ini mendorong kenaikan harga secara signifikan, yang kini mulai terlihat pada harga RAM maupun berbagai perangkat teknologi konsumen di sejumlah negara. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pemasaran Realme India, Francis Wong, mengatakan kepada media teknologi Gadgets 360 bahwa setiap ponsel pintar yang diluncurkan pada 2026 akan memiliki harga lebih mahal dibandingkan ponsel dengan spesifikasi serupa pada 2025. Menurutnya, tren tersebut sulit dihentikan dan diperkirakan akan berlanjut hingga paruh kedua 2027.