Realme Balik ke Oppo Setelah Pisah Lama, Strategi Baru Bikin Industri Panas

Realme
Sumber :
  • Realme

Ceritakita – Realme dikabarkan kembali berada di bawah naungan Oppo hampir tujuh tahun setelah memisahkan diri dan beroperasi secara independen. Dalam laporan tersebut, produsen ponsel asal Tiongkok itu disebut melakukan integrasi untuk menyatukan sumber daya sekaligus menekan biaya operasional yang tumpang tindih.

img_title Realme Tancap Gas Baterai Smartphone 15000 mAh Segera Masuk Tahap Produksi

Melalui langkah ini, Realme disebut akan kembali berstatus sebagai sub brand Oppo, berdampingan dengan OnePlus. Pendiri sekaligus CEO Realme, Sky Li, dilaporkan ditunjuk untuk mengawasi operasional keseluruhan sub brand. Hingga kini, tidak ada informasi mengenai nilai finansial dari penggabungan tersebut.

Mengutip laporan Lei Feng Network melalui 163.com, Realme dikabarkan siap bergabung kembali dengan Oppo sebagai sub brand untuk memaksimalkan keuntungan dari kolaborasi operasional.

img_title Worth It Gak? Ini Review Fitur Kacamata Meta 2026!

Media tersebut mengklaim, berdasarkan sumber internal Oppo, ke depan Realme dan OnePlus akan menyelaraskan strategi dengan perusahaan induk guna menciptakan diferensiasi pasar.

Salah satu dampak langsung dari integrasi ini adalah penyatuan layanan purnajual Realme dengan Oppo. Meski demikian, kedua merek disebut tetap akan memasarkan ponsel dengan nama masing-masing.

img_title AI Ini Sukses Pecahkan Misteri Matematika 90 Tahun, Tapi Reaksi Ilmuwan Malah "B Aja"?

Integrasi tersebut diklaim akan membawa operasional Realme lebih dekat dengan struktur bisnis Oppo yang sudah ada. Realme sendiri memiliki pasar yang kuat di India, Asia Tenggara, dan Eropa dengan fokus pada perangkat bernilai tinggi yang menawarkan spesifikasi kompetitif, terutama di segmen menengah dan entry level.

Perubahan ini disebut terjadi di tengah tekanan biaya dan margin keuntungan yang semakin ketat di industri smartphone global. Para produsen disebut tengah mencari skala bisnis dan efisiensi untuk mempertahankan pangsa pasar.

Langkah ini juga dikabarkan bertujuan merampingkan proses internal serta mengurangi tumpang tindih pengembangan produk dan jalur distribusi antara Realme dan Oppo.

Masih menurut laporan tersebut, Sky Li akan mengawasi operasional kedua sub brand, sementara Presiden OnePlus China, Jie Lie, tetap melanjutkan perannya dalam memimpin OnePlus. Disebutkan pula bahwa jadwal peluncuran produk Realme tidak akan terdampak oleh penggabungan ini. Tidak ada perubahan kepemimpinan lain yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Sebagai informasi, Realme pertama kali didirikan pada Mei 2018 sebagai merek yang berpisah dari Oppo. Namun pada Juli 2018, Sky Li mengundurkan diri dari jabatannya di Oppo untuk membangun Realme sebagai entitas independen. Sejak saat itu, perusahaan beroperasi di luar pengaruh langsung Oppo.