Harga Memori Bakal Makin Gila di 2026, Dampaknya Bikin Harga HP Ikut Naik
- Punkt
Ceritakita – Permintaan tinggi terhadap kecerdasan buatan dan kapasitas server terus memberi tekanan besar pada pasar memori global. Situasi ini membuat harga komponen memori mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025 dan diperkirakan berlanjut hingga 2026.
Berdasarkan laporan perusahaan riset pasar Counterpoint Research, kekurangan pasokan DRAM telah mendorong harga memori naik hingga 50 persen pada 2025. Tren tersebut diprediksi kembali meningkat sekitar 50 persen pada kuartal pertama 2026.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi produsen perangkat keras, tetapi juga berdampak langsung pada konsumen karena harga perangkat ikut terkerek naik seiring membengkaknya biaya produksi atau Bill of Materials.
Dalam laporan Memory Price Tracker edisi Januari 2026, Counterpoint mencatat harga memori naik sekitar 40 hingga 50 persen pada kuartal keempat 2025. Modul RAM RDIMM 64GB, misalnya, mengalami kenaikan dari 255 dolar AS pada kuartal ketiga 2025 menjadi 450 dolar AS di kuartal berikutnya. Angka tersebut menunjukkan lonjakan harga sekitar 75 persen hanya dalam hitungan bulan.
Counterpoint juga memperkirakan harga RAM bisa menyentuh 700 dolar AS pada Maret 2026. Para analis bahkan menilai tidak menutup kemungkinan harga memori menembus angka 1.000 dolar AS. Jika dihitung per kapasitas, harga bisa mencapai 1,95 dolar AS per GB, hampir dua kali lipat dari puncak harga pada 2018 yang berada di kisaran 1 dolar AS per GB.
Kenaikan harga DRAM dan NAND ini dinilai membawa perubahan struktural pada komposisi biaya produksi perangkat. Counterpoint menyebut komponen memori menyumbang lebih dari 10 persen dari total BOM iPhone 17 Pro Max. Angka tersebut berpotensi lebih tinggi pada varian dengan spesifikasi tertinggi.
Apabila tren kenaikan harga terus berlanjut, ponsel dengan RAM LPDDR5X berkapasitas 16 hingga 24GB serta penyimpanan internal UFS 4.0 sebesar 512GB hingga 1TB dapat mengalokasikan lebih dari 20 persen total BOM hanya untuk komponen memori.
Kondisi ini jauh lebih tinggi dibanding lima tahun lalu, ketika porsi memori pada iPhone 12 Pro Max masih berada di kisaran 8 persen dari total biaya produksi.
Dampak krisis ini juga mulai dirasakan langsung oleh konsumen. Di sela gelaran Consumer Electronics Show CES 2026, Presiden sekaligus Chief Marketing Officer Samsung, Won Jin Lee, dikabarkan menyampaikan bahwa kelangkaan chip memori semakin memburuk dan berpotensi mendorong perusahaan menyesuaikan harga perangkat dalam waktu dekat.