Kenapa Gen Z dan Millennial Kini Lebih Doyan Borong Emas Ketimbang Berlian?

Ilustrasi gen z membeli emas
Sumber :
  • Grok AI

Ceritakita – Dulu, emas identik dengan simpanan nenek atau kado pernikahan yang membosankan. Tapi di tahun 2026 ini, narasi itu resmi berubah. Emas diam-diam telah memenangkan hati anak muda.

Siapa Friceilda Prillea Perempuan yang Mengaku Hamil dari Anrez Adelio

Dengan harga yang melonjak tiga kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir, logam mulia ini bukan lagi sekadar perhiasan, melainkan simbol pertahanan finansial paling cool bagi Gen Z dan Millennial.

Loh Tian Hong, Direktur Penjualan Wah Chan, mengungkapkan adanya pergeseran demografis yang signifikan. Jika dulu pelanggan inti mereka adalah usia 35 tahun ke atas, kini kelompok usia 18-35 tahun tumbuh pesat.

Ketum GPBN Kecam Penghinaan Terhadap Gubernur Sumut dan Keluarga

"Dulu emas cuma buat hantaran atau kado lahiran. Sekarang, produk emas bergaya 'influencer' justru jadi incaran anak muda," ujarnya dikutip dari Asia News, Selasa (17/03/2026).

Magnet Ketidakpastian Global

Menhut Cek Penerapan RFID di Gunung Merbabu: Zero Waste, Zero Accident

Mengapa emas tiba-tiba jadi primadona? Jawabannya ada pada kondisi dunia yang makin tidak menentu.

Datuk Ng Yih Pyng dari Tomei Consolidated Berhad menjelaskan bahwa semakin tinggi ketidakpastian global, semakin tinggi pula harga emas terbang.

Apalagi, bank-bank sentral dunia terus memborong emas bukan untuk cari cuan jangka pendek, tapi demi menjaga nilai aset negara. Pasokan emas yang terbatas menjadikannya instrumen paling setia di tengah gempuran inflasi.

Fenomena "Beli Sebelum Raya, Jual Setelahnya"

Tren ini tidak hanya terjadi di Malaysia. Di Indonesia, tradisi memborong emas menjelang Hari Raya Idulfitri masih sangat kuat, terutama berkat adanya Tunjangan Hari Raya (THR).

Besty, seorang warga Medan, bercerita bagaimana perempuan di sana terbiasa mengubah uang tunai menjadi perhiasan emas sebelum lebaran.

Menariknya, muncul pola ekonomi unik, Beli sebelum, jual setelah.

Banyak orang menjual kembali emas mereka setelah lebaran untuk menutupi pengeluaran liburan yang membengkak sebelum gajian berikutnya tiba. Emas berfungsi sebagai dana darurat yang paling mudah dicairkan.

Dari Fisik ke Digital

Bagi generasi yang lebih praktis, menyimpan emas batangan di bawah kasur dianggap terlalu berisiko. Wong, seorang pekerja di Singapura asal Johor, mengaku kini lebih memilih membeli emas digital melalui platform perbankan besar.

Halaman Selanjutnya
img_title