Nabung Sejak Sekolah Dasar, Perempuan Asal Bandung Ini Wujudkan Mimpi Traveling Berkat Reksadana & Saham
- Harian Kompas
Platform Digital Permudah Pengelolaan Keuangan
Berkat kemajuan teknologi, masyarakat kini dapat mengatur pengeluaran, menabung, hingga berinvestasi melalui layanan yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Salah satu layanan yang mendukung kebutuhan tersebut adalah aplikasi Jago milik Bank Jago.
Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso menyatakan bahwa ketersediaan koneksi dengan platform investasi mitra Bibit dan Stockbit berkontribusi pada pertumbuhan jumlah pengguna aplikasi Jago.
"Seiring meningkatnya kebutuhan dan literasi nasabah dalam pengelolaan keuangan, pengguna Aplikasi Jago semakin aktif berinvestasi. Hal ini tecermin dari pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi mitra Bibit dan Stockbit yang terus meningkat sebesar 38,2 persen secara tahunan per 31 Desember 2025," ujarnya.
Irene merinci bahwa dari komposisi investasi pengguna aplikasi Jago, reksa dana menjadi instrumen paling diminati dengan porsi 44 persen, diikuti saham sebesar 42 persen, dan obligasi 14 persen.
Menurutnya, data tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya diversifikasi investasi untuk mengelola risiko sekaligus mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
"Minat investasi yang meningkat di pasar saham juga terlihat dari pembukaan rekening dana nasabah (RDN) Bank Jago yang naik lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025," kata Irene.
Pentingnya Memahami Profil Risiko dan Konsistensi
Sebelum memilih instrumen investasi, seseorang perlu memastikan tujuan keuangannya telah jelas, baik untuk biaya pendidikan, kepemilikan rumah, maupun persiapan pensiun.
Pemilihan instrumen tidak hanya harus sesuai kebutuhan, tetapi juga mampu dipenuhi dalam jangka panjang. Profil risiko merupakan kemampuan individu dalam menerima risiko investasi, apakah tergolong risk taker atau lebih memilih pendekatan aman.
Hal ini menjadi dasar penentuan instrumen investasi yang tepat. Prinsip yang perlu dipegang adalah semakin besar potensi keuntungan, semakin besar pula risiko yang harus dihadapi.
Membangun kebiasaan berinvestasi secara rutin sejak nominal kecil menjadi langkah awal yang disarankan. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu pemahaman sejak dini, tetapi juga mendukung optimalisasi pertumbuhan investasi dari waktu ke waktu.
Setelah membeli instrumen investasi, pemantauan dan evaluasi berkala tetap diperlukan agar portofolio sesuai dengan tujuan keuangan dan kondisi pasar. Diversifikasi menjadi kunci agar risiko dapat terbagi.