Saldo Besar di Satu Rekening Bikin Boros, Pekerja Swasta Jakarta Ini Temukan Solusi di Kantong Digital

Ilustrasi uang.
Sumber :
  • Pexels

Ceritakita – Mayanggi, pekerja swasta berusia 36 tahun di Jakarta Selatan, mengaku dulu sering kesulitan menjaga tabungan lantaran seluruh uangnya tercampur dalam satu rekening.

img_title Nabung Sejak Sekolah Dasar, Perempuan Asal Bandung Ini Wujudkan Mimpi Traveling Berkat Reksadana & Saham

"Saya niatnya nabung, tapi pas lihat saldo masih banyak jadi kepakai lagi. Kadang buat jajan, kadang impulsif beli tiket konser atau kulineran," ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Situasi tersebut membuat pengeluarannya kerap tidak terkontrol. Baru pada 2022, ia menemukan solusi yang lebih praktis setelah mencoba fitur Kantong di aplikasi Jago. Melalui fitur tersebut, Maya mulai memisahkan uang berdasarkan kebutuhan tertentu, mulai dari pengeluaran harian, tabungan liburan, hingga dana darurat.

img_title FSPI Desak Adanya Transparansi Dana Sumber Keuangan Kurawal Foundation

"Ternyata lebih gampang ngatur uang karena tiap kebutuhan punya pos sendiri. Jadi, lebih tahu batas pengeluarannya," kata Maya.

Bank Digital Kian Diminati, Pangsa Simpanan Melonjak

img_title KKMI Kerja Sama dengan Global Mega Petroleum, Dukung Program Cinta Koperasi

Perubahan gaya hidup digital membuat pendekatan pengelolaan keuangan seperti ini semakin banyak diminati masyarakat. Kini, banyak orang mulai meninggalkan metode konvensional yang mengandalkan banyak rekening berbeda untuk memisahkan kebutuhan finansial.

Direktur Group Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Seto Wardono menyebut pangsa simpanan bank digital terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Pangsa tersebut naik dari 0,8 persen pada Maret 2022 menjadi 1,8 persen pada Maret 2026. Tak hanya itu, jumlah rekening bank digital juga melonjak signifikan.

Pada Maret 2022, rekening bank digital hanya sekitar 4 persen dari total rekening bank umum. Namun pada Maret 2026, porsinya telah mencapai 22 persen.

"Beberapa bank digital juga berada dalam ekosistem digital, misalnya marketplace, transportasi, e-wallet, sehingga meningkatkan engagement nasabah penyimpan dengan bank," jelas Seto seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (12/5/2026).

Transformasi Layanan Keuangan dari Penyimpanan ke Pengelolaan

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan turut mengalami pergeseran. Jika dahulu rekening bank hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan uang, kini masyarakat menginginkan layanan yang mampu membantu mengatur keuangan secara lebih praktis dan personal.

Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago Michael Hartawan mengatakan bahwa fitur Kantong di aplikasi Jago dikembangkan berdasarkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sejak lama memisahkan uang berdasarkan kebutuhan tertentu.

Halaman Selanjutnya
img_title