Ketika Selembar Kartu Membuka Pintu Dunia di Sudut Desa Puser
- Sukmasih/VIVA
Sebagaimana dikutip dari pemberitaan BantenMedsos pada Jumat, 31 Juli 2026, H. Faiz mengungkapkan apresiasi tertingginya terhadap program ini. Beliau memaparkan bahwa dengan adanya kegiatan positif tersebut, warga antusias merespons baik untuk bisa menambah pengetahuan dengan bimbingan mahasiswa saat membaca buku-buku yang ada di perpustakaan kantor Desa Puser.
Sekretaris Desa Puser, Bapak Suwarna, memberikan sambutan sekaligus membuka acara Gebyar Apresiasi Literasi Desa Puser 2026 di Perpustakaan Desa Puser
- Sukmasih/VIVA
Kehangatan dan dukungan itu semakin terasa saat acara beranjak menuju penutupan. Di hadapan anak-anak yang memeluk piala, warga yang hadir, serta para mahasiswa yang akan segera purna tugas, Sekretaris Desa Puser, Bapak Suwarna, menyampaikan sambutan yang sarat akan pesan moril dan harapan keberlanjutan.
"Semoga apa yang diperjuangkan dan dilaksanakan oleh kakak-kakak KKM 74 Untirta bisa diterima, perpustakaan bisa berjalan, dan perpustakaannya bisa lebih aktif lagi," tutur Bapak Suwarna di sela-sela penutupan acara.
Menjaga Denyut Agar Tak Kembali Sunyi
Gebyar Apresiasi Literasi akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. Ada kelegaan di wajah para mahasiswa KKM, dan kebanggaan yang terpancar dari anak-anak yang membawa pulang sertifikat serta piala.
Gelaran ini menyisakan satu catatan penting. Para mahasiswa pada akhirnya akan kembali ke kampus, namun ruang baca bernuansa hangat, ribuan buku, serta sistem keanggotaan yang telah dirintis kini resmi menjadi warisan tak ternilai bagi Desa Puser.
Tugas selanjutnya kini berada di tangan warga dan perangkat desa, menjaga agar pintu perpustakaan itu tetap terbuka. Sebab di luar sana, dihiasi rasa penasaran yang murni, masih banyak anak-anak seperti Rifal yang sedang menunggu untuk menemukan keajaiban di balik lembaran buku yang seru.
Catatan Redaksi: Laporan berita feature ini menyoroti dampak nyata kehadiran program KKM dalam menghidupkan minat baca anak-anak di tingkat desa melalui puncak perayaan Gebyar Apresiasi Literasi.