Ruam Popok Jangan Sampai Jadi Momok
- Bayi
Biasanya bayi nangis kalau lapar atau ada sesuatu yang membuat mereka gak nyaman. Tapi pernah gak sih lihat bayi nangis tanpa sebab yang jelas. Bisa jadi rasa gak nyaman ini karena ruam popok atau yang dalam bahasa medisnya adalah “dermatitis popok”.
Bayi yang mengalami ruam popok maka disekitar popok akan terlihat merah dan kasar karena iritasi. Bahkan bisa bengkak dan terasa hangat saat disentuh. Jangan heran jika menemukan benjolan kecil dan kulit kasar atau menebal pada pantat dan paha bayi.
Jika dibiarkan maka ruam popok ini akan mengakibatkan kulit seperti melepuh atau terjadi luka pembentukan nanah dikulit bayi . Hal ini akan menyebabkan warna kekuningan pada ruam dan kulit terlihat pecah-pecah atau berdarah.
Anak juga menjadi rewel karena gatal dan demam. Ruam popok bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Popok Kotor
Popok yang kotor, akan menyebabkan air seni dan kotoran bergesekan dengan kulit bayi. Hal inilah yang menyebabkan iritasi. Selain itu popok yang kotor bisa jadi tempat tumbuh suburnya aneka jenis bakteri dan jamur.
2. Terlalu Lembab
Popok yang terlalu lembab sangat disukai oleh bakteri. Dalam kondisi kelembaban yang terlalu tinggi inilah bakteri akan tumbuh dengan subur.
3. Lecet karena gesekan
Popok yang terlalu ketat bisa menyebabkan gesekan di seputar paha dan pinggang. Hal ini bisa menyebabkan lecet dan timbul ruam.
4. Kulit yang sensitif
Ada beberapa bayi yang memiliki masalah kulit sensitif. Nah jenis kulit yang seperti ini bisa menyebabkan kulit lebih mudah mengalami ruam.
Untuk mencegah terjadinya ruam popok maka inilah yang harus sering kita lakukan :
1. Sering mengganti popok
Jangan menunggu seharian baru mengganti popok si kecil. Maksimal dalam waktu 4 jam setelah memakai popok harus sudah diganti.
2. Beri jeda pemakaian popok
Jangan menggunakan popok terus menerus sepanjang hari. Kulit bayi juga perlu sedikit waktu untuk bernafas. Jadi sebaiknya berikan jeda sedikit waktu ketika mengganti popok dengan pemakaian popok berikutnya.