Worth It Gak? Ini Review Fitur Kacamata Meta 2026!
- BBC
Ceritakita – Meta akhirnya pede merilis kacamata pintar dengan merek mereka sendiri tanpa embel-embel desainer ternama seperti Ray-Ban atau Oakley. Keputusan ini bikin harga smart glasses tersebut jadi lebih terjangkau, yaitu mulai dari $299 atau sekitar $80 lebih hemat dibanding versi pendahulunya. Walaupun harganya lebih miring, fitur yang ditawarkan tetap sekelas dengan kacamata premium hasil kolaborasi mereka sebelumnya.
Melansir dari Engadget, kacamata Meta ini hadir dalam tiga gaya trendi yang bisa kalian pilih sesuai selera. Ada model Adventurer yang mirip gaya Wayfarer, Starfire yang merupakan kolaborasi cat eye bareng Kylie Jenner, dan Fury dengan desain kotak yang cukup chunky. Untuk model Fury yang diulas, kacamata ini punya bobot 60 gram yang agak berat dan bisa meninggalkan bekas tekanan di hidung kalau dipakai terlalu lama.
Soal spesifikasi, device kece ini tetap dibekali kamera 12 megapiksel, mikrofon, dan tombol aksi yang bisa diprogram buat panggil asisten AI. Menariknya lagi, ada fitur dynamic capture ala live photo yang super cocok buat merekam momen aesthetic bareng peliharaan atau anak-anak. Kalau bicara soal daya tahan, baterainya diklaim awet sampai delapan jam, tapi kenyataannya cuma bertahan sekitar empat setengah jam kalau dipakai mendengarkan musik terus-terusan.
Kacamata ini juga makin pintar berkat dukungan teknologi AI terbaru dari Meta yang diberi nama Muse Spark. Sayangnya, beberapa fitur canggih seperti Conversation Focus buat memperjelas obrolan di tempat bising dibatasi pemakaiannya cuma tiga jam per bulan. Kalau mau pakai fitur canggih tersebut lebih lama tanpa batas, kalian diwajibkan untuk berlangganan paket Meta One seharga $20 per bulan.
Di balik semua kecanggihannya, kacamata ini masih menuai kontroversi privasi karena banyak publik yang merasa creepy kalau direkam secara diam-diam. Buat mengatasi kekhawatiran ini, Meta sengaja merilis update yang akan otomatis mematikan fungsi kamera kalau lampu indikator LED perekamnya dirusak pengguna. Meski sudah ada sistem pencegahan seperti itu, perdebatan soal keamanan privasi orang-orang di sekitar pengguna kacamata ini masih jadi isu yang lumayan panas.