Bertaruh Nyawa di Antara Gas Metana, Begini Kisah Gunawan Mengais Rezeki Demi Sambung Hidup
- Burhannudin/detikJabar
Pertaruhan Nyawa dan Keteguhan Hati
Di sela-sela aktivitasnya, Gunawan dan rekan-rekannya biasanya membawa hasil buruan ke tenda-tenda darurat di pinggir area pembuangan untuk penyortiran akhir. Jika lelah mulai mendera, warung-warung kecil di kawasan TPA menjadi tempat mereka melepas penat sejenak sebelum kembali bergelut dengan limbah.
Bekerja di TPA Pecuk bukan hanya soal berdamai dengan bau busuk dan debu, tapi juga bertaruh nyawa. Di balik tumpukan sampah itu, tersimpan gas metana yang sangat mudah terbakar. Pengelola TPA tak bosan-bosannya mengingatkan agar tidak ada satu pun yang merokok di sana. Sedikit percikan api bisa memicu kebakaran besar atau bahkan ledakan dari dalam perut gunung sampah.
Namun, bagi Gunawan, risiko kesehatan dan keselamatan itu seolah menjadi kawan sehari-hari. Dari botol plastik dan kardus yang dibuang orang, ia merajut asa demi memenuhi kebutuhan dapur.
Gunung sampah ini mungkin tak akan pernah menjadi destinasi wisata yang indah. Namun di baliknya, tersimpan potret keteguhan hati manusia yang terus berjuang di tengah keterbatasan.
"Pengennya, sih, kerja. Bukan jadi pemulung. Tapi sementara ini saya nyari duitnya di sini dulu," pungkas Gunawan.