Bertaruh Nyawa di Antara Gas Metana, Begini Kisah Gunawan Mengais Rezeki Demi Sambung Hidup

Para pemulung tampak sibuk mencari sampah yang bernilai rupiah di TPA Pecuk
Sumber :
  • Burhannudin/detikJabar

Pertaruhan Nyawa dan Keteguhan Hati

img_title Bahasa Cinta yang Paling Dicari Pasangan, Kamu Termasuk?

Di sela-sela aktivitasnya, Gunawan dan rekan-rekannya biasanya membawa hasil buruan ke tenda-tenda darurat di pinggir area pembuangan untuk penyortiran akhir. Jika lelah mulai mendera, warung-warung kecil di kawasan TPA menjadi tempat mereka melepas penat sejenak sebelum kembali bergelut dengan limbah.

Bekerja di TPA Pecuk bukan hanya soal berdamai dengan bau busuk dan debu, tapi juga bertaruh nyawa. Di balik tumpukan sampah itu, tersimpan gas metana yang sangat mudah terbakar. Pengelola TPA tak bosan-bosannya mengingatkan agar tidak ada satu pun yang merokok di sana. Sedikit percikan api bisa memicu kebakaran besar atau bahkan ledakan dari dalam perut gunung sampah.

img_title Fakta Tentang Mie Instan yang Masih Sering Disalahpahami

Namun, bagi Gunawan, risiko kesehatan dan keselamatan itu seolah menjadi kawan sehari-hari. Dari botol plastik dan kardus yang dibuang orang, ia merajut asa demi memenuhi kebutuhan dapur.

Gunung sampah ini mungkin tak akan pernah menjadi destinasi wisata yang indah. Namun di baliknya, tersimpan potret keteguhan hati manusia yang terus berjuang di tengah keterbatasan.

img_title Di Tengah Arus TikTok, Desa Puser dan Kecamatan Tirtayasa Menjemput Asa Lewat Perpustakaan

"Pengennya, sih, kerja. Bukan jadi pemulung. Tapi sementara ini saya nyari duitnya di sini dulu," pungkas Gunawan.