Tak Tega Lihat Orang Kelaparan, Dokter di Semarang Rela Rogoh Jutaan Rupiah Uang Pribadi Demi Bantu Sesama
- Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Ceritakita – Gerakan saling membantu sesama warga bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Seorang dokter bernama Eko Purnama (26) memulai Gerakan Nasi Darurat yang targetnya membantu orang-orang yang betul-betul tidak bisa membeli makan.
Sejak April 2026, keseharian Eko mulai berbeda. Selain menjadi seorang dokter di salah satu klinik di Kabupaten Demak, pria berusia 26 tahun itu melayani berbagai pesan yang masuk ke WhatsApp berisikan permintaan tolong sebab kelaparan. Di sela praktiknya, Eko meluangkan waktu barang lima menit untuk membalas semua permintaan yang masuk. Eko memadamkan "alarm" darurat kelaparan itu lewat seporsi nasi.
Terinspirasi Pengalaman Kelaparan Saat Jadi Mahasiswa
Melansir pemberitaan detikJateng, Eko ingat betul bagaimana rasanya kelaparan pada akhir bulan saat menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) dulu. Dia kerap kebingungan kepada siapa lagi harus meminta duit. Padahal, Eko dibesarkan dalam keluarga yang sederhana dan berkecukupan di Banten, dengan ayah seorang pegawai puskesmas dan ibu rumah tangga.
"Yang mendasari terbentuknya Nasi Darurat Semarang sendiri karena pengalaman pribadi saya dulu background-nya mahasiswa. Saya sebagai mahasiswa sering akhir bulan kehabisan uang dan mau minta ke siapa itu malu ke orang tua, ke teman, dan yang lainnya. Jadi itu awalnya terinspirasi dari situ," ucap Eko saat ditemui di salah satu kafe di Kecamatan Banyumanik, Sabtu (1/8/2026).
Pemuda berkacamata itu mulanya membuat akun Instagram @nasidarurat_semarang sebagai jalan membantu siapa saja yang kelaparan dalam keadaan kepepet. Akun tersebut dia sebarkan ke berbagai koleganya. Di akun media sosial tersebut, Eko mencantumkan nomor WhatsApp (WA) bagi yang meminta bantuan Nasi Darurat. Notifikasi pertama pada April lalu di ponsel Eko menandakan permintaan pertama bantuan tersebut.
"Satu aja. Di hari pertama cuma satu. Mahasiswa beli nasi padang di Tembalang. Senang bisa bantu sesama," sebutnya.
Mekanisme Bantuan dan Penggunaan Uang Pribadi
Dia menetapkan mekanisme agar dapat mendapatkan perbantuan makan. Eko mulanya bakal memastikan bagaimana kondisi "kliennya" melalui pesan singkat. Lalu, Eko akan meminta lokasi terkini orang tersebut via WA, apakah ada warung sekitar. Orang yang meminta bantuan akan menuju ke warung dan mengirimkan foto QRIS untuk dibayarkan oleh Eko.