Man United Dinilai Terlalu Lembek, Nani: Kalau Era Sir Alex, Pemain Sudah Dihukum
- News18.com
Ceritakita – Mantan pemain sayap Manchester United, Nani, menilai masalah kedisiplinan yang saat ini dihadapi pelatih Ruben Amorim tidak akan pernah muncul jika klub masih ditangani oleh Sir Alex Ferguson.
Menurutnya, sosok legendaris asal Skotlandia itu dikenal sangat tegas dalam menjaga ketertiban ruang ganti.
Sir Alex Ferguson semasa melatih Manchester United kerap menggunakan metode yang dikenal sebagai hairdryer treatment, cara keras untuk menegur pemain yang dianggap melanggar aturan atau tidak menunjukkan sikap profesional.
Menjelang laga Premier League melawan Aston Villa akhir pekan lalu, Amorim sempat melontarkan kritik kepada para pemain muda Manchester United.
Ia menilai sebagian dari mereka bersikap terlalu merasa berhak atau entitled, sehingga membuatnya enggan terlalu mengandalkan mereka di musim 2025/2026.
Sebelumnya, Amorim juga mengkritik perkembangan bek Harry Amass yang kini dipinjamkan ke Sheffield Wednesday, serta penyerang Chido Obi.
Kritik tersebut memicu respons tidak langsung dari para pemain muda lewat unggahan media sosial.
“Kadang-kadang kata-kata keras bukan berarti kata-kata buruk,” ujar Amorim.
“Masa-masa sulit bukan hal yang buruk bagi anak-anak muda. Mereka merasa terlalu berhak. Kita harus bertahan, berjuang, dan melewati semuanya. Perasaan itu selalu saya rasakan. Kami memang tidak tampil seperti seharusnya di lapangan, tetapi di luar lapangan saya tidak mengecewakan klub ini. Para pemain lupa apa arti bermain untuk Manchester United, dan itulah yang saya rasakan," lanjutnya.
Ia menambahkan, “Para pemain muda merasa bebas untuk merespons. Kantor saya selalu terbuka, tetapi tidak ada yang datang untuk berbicara. Saya tidak mengatakan hal yang salah. Saya hanya berbicara tentang kurangnya pemahaman akan arti bermain untuk Manchester United. Cobalah lihat realitas lain, sepak bola bisa sangat berbeda.”
Di sisi lain, Amorim justru memberikan penilaian lebih positif kepada Kobbie Mainoo. Hal itu disampaikan setelah saudara tiri Mainoo, Jordan Mainoo-Hames, tertangkap kamera mengenakan kaus bertuliskan ‘Free Kobbie Mainoo’ saat laga imbang 4-4 melawan Bournemouth pada 15 Desember lalu.
Mainoo sendiri hingga kini belum pernah menjadi starter musim ini dan baru mencatatkan 11 penampilan sebagai pemain pengganti.
“Itu bukan Kobbie yang memakai kaus tersebut,” kata Amorim.
“Tidak, itu tidak akan memengaruhi pemilihan tim. Dia akan bermain jika kami merasa dia adalah orang yang tepat. Saya tidak akan melakukan sesuatu kepada Kobbie karena anggota keluarganya. Saya sudah terbiasa, saya sudah di sini selama satu tahun. Dia bermain sangat baik, itu yang terpenting. Kantor saya selalu terbuka, tidak ada yang datang minggu ini, jadi semuanya normal dan kami siap ke Villa.”
Selain itu, Amorim juga sempat menuai kritik dari Roberto Garnacho, saudara Alejandro Garnacho.
Sebelumnya, Amorim telah menyampaikan kepada Garnacho bahwa ia tidak masuk dalam rencananya, sebelum sang pemain akhirnya pindah ke Chelsea dengan nilai transfer £40 juta pada Agustus lalu.
Garnacho sebelumnya mengaku akan “melihat apa yang terjadi” setelah hanya tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 di final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur pada Mei lalu.
Roberto Garnacho kemudian mengkritik Amorim di media sosial dengan menulis, “Bekerja seperti tidak ada yang lain, membantu di setiap putaran, datang dari dua gol di dua final terakhir, hanya untuk bermain 19 menit dan disalahkan. Wow [sic], hahahahahaha.”
Nani kemudian menegaskan bahwa para pemain muda Manchester United saat ini sebenarnya beruntung tidak bermain di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
Menurutnya, Ferguson tidak akan ragu memberikan hukuman atas sikap indisipliner.
Dalam wawancara yang dikutip Daily Mail, Nani mengatakan, “Tidak mungkin, sama sekali tidak. Jika seseorang membutuhkannya, dia akan menyisihkan pemain itu selama satu pertandingan, dan biasanya mereka langsung belajar. Jika kamu bermasalah karena perilaku buruk, kamu baru akan bermain lagi setelah berubah.”
Ia melanjutkan, “Kamu harus menerima aturan dan menjalankannya. Pada masa kami, itu kuncinya. Tidak ada yang lebih besar dari klub. Tidak ada pemain, bukan Ronaldo, bukan Rooney, bukan Giggs, tidak ada. Jika perilakumu tidak cukup baik, kamu akan dihukum.”
Nani juga membagikan pengalamannya sendiri, “Itu pernah terjadi pada saya di minggu-minggu awal. Saya bermain sangat bagus di satu pertandingan, lalu saya tidak bermain selama beberapa minggu. Saya mengeluh, berbicara dengan Cristiano, berkata ‘saya tidak tahu kenapa saya tidak bermain’. Saya tahu ada sesuatu di balik layar yang harus saya perbaiki. Setelah tahu apa itu, saya memperbaikinya dan bekerja keras. Para pemain sekarang butuh hal serupa; disiplin dan aturan.”
Manchester United sendiri akan berusaha kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Newcastle United pada Boxing Day. Setelah bermain imbang 4-4 melawan Bournemouth, tim asuhan Amorim kalah dari Aston Villa berkat dua gol Morgan Rogers.
Sementara itu, Newcastle berpeluang menyamai perolehan poin United yang berada di peringkat ketujuh jika mampu menang di Old Trafford. Tim asuhan Eddie Howe itu saat ini menempati posisi ke-11 dan hanya menelan satu kekalahan dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi.