Luka Modric Ungkap Cristiano Ronaldo Pernah Menangis karena Jose Mourinho

Cristiano Ronaldo
Sumber :
  • Getty Image

Ceritakita – Luka Modric menyebut Jose Mourinho sebagai manajer paling keras yang pernah ia temui sepanjang karier profesionalnya.

img_title Misi Remontada Mustahil? Man City Siap Habis-habisan Balas Dendam ke Real Madrid di Etihad

Gelandang Kroasia itu bahkan mengungkap bahwa pelatih asal Portugal tersebut pernah membuat Cristiano Ronaldo menangis saat keduanya berada di Real Madrid.

Modric, yang kini membela AC Milan, pernah bekerja dengan banyak pelatih elite dunia. Namun, menurutnya, tidak ada yang setegas Jose Mourinho dalam memimpin tim.

img_title Thibaut Courtois Resmi Jadi Pemilik Klub Baru Le Mans di Prancis

Jose Mourinho mendatangkan Modric ke Real Madrid dari Tottenham Hotspur pada Agustus 2012 dengan nilai transfer sekitar 30 juta euro.

Saat itu, Mourinho tengah menjalani musim terakhirnya bersama Los Blancos. Modric langsung bergabung dengan skuad bertabur bintang yang diisi nama besar seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Karim Benzema.

img_title Carlo Ancelotti Yakin Lanjut Tangani Brasil Hingga Piala Dunia 2030

Debut Modric bersama Real Madrid langsung berbuah manis. Ia meraih trofi Piala Super Spanyol 2012 pada bulan pertamanya setelah membantu tim mengalahkan Barcelona di leg kedua.

Namun, musim 2012 atau 2013 berakhir dengan kekecewaan. Real Madrid harus finis di posisi kedua La Liga dengan selisih 15 poin dari Barcelona asuhan Tito Vilanova.

Mereka juga kalah dari Atletico Madrid di final Copa del Rey serta tersingkir di semifinal Liga Champions oleh Borussia Dortmund yang kala itu dilatih Jurgen Klopp. Meski hanya bekerja selama satu musim bersama Mourinho, Modric kemudian menjalani 12 tahun karier gemilang di Real Madrid.

Di bawah asuhan Zinedine Zidane, ia meraih tiga gelar Liga Champions beruntun pada 2016, 2017, dan 2018. Bersama Carlo Ancelotti, Modric kembali mengangkat trofi Liga Champions pada 2022 dan 2024.

Di level internasional, Modric juga membawa Kroasia meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2022 di bawah asuhan Zlatko Dalic. Dengan pengalaman bekerja bersama banyak pelatih top, Modric tidak ragu menyebut Mourinho sebagai sosok paling keras.

Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, Modric memuji sekaligus menggambarkan ketegasan Mourinho.

“[Dia] spesial, sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Dialah yang menginginkan saya di Real Madrid. Tanpa Mourinho, saya tidak akan pernah tiba di sana. Saya hanya menyesal bekerja dengannya cuma satu musim,” ujar Modric.

Halaman Selanjutnya
img_title