Gary O Neil Jadi Kandidat Gantikan Rosenior di Strasbourg
- Getty Image
Kedatangan Rosenior ke Chelsea menandai akhir dari 18 bulan kepemimpinan Enzo Maresca yang penuh ketegangan. Meski mempersembahkan trofi UEFA Conference League dan Club World Cup, hubungan pelatih asal Italia itu dengan dewan klub dikabarkan merenggang, terutama setelah hasil imbang kontra Bournemouth.
Maresca sempat menyebut periode tersebut sebagai “48 jam terburuk” dalam karier sepak bolanya. Di sisi lain, rumor yang mengaitkannya dengan kemungkinan menggantikan Pep Guardiola di Manchester City membuat dewan Chelsea tak punya banyak pilihan.
Berbeda dengan Maresca yang kerap kesulitan menyembunyikan frustrasinya terhadap struktur kolaboratif klub, Rosenior dinilai sebagai sosok yang memahami dan menerima sepenuhnya model kepemilikan multi-klub. Integrasinya di Prancis, termasuk pengembangan pemain pinjaman Chelsea seperti Andrey Santos, dianggap sebagai cetak biru kerja sama dua klub.
Kini, semua mata tertuju ke West London. Seorang pelatih muda akan segera memegang kendali di Stamford Bridge. Apakah Rosenior mampu meraih kesuksesan yang gagal dicapai Graham Potter dan Enzo Maresca masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal pasti, dengan pengganti yang sudah disiapkan di Strasbourg, karusel BlueCo tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat.