Ruben Amorim Didepak Manchester United Karena Tak Sesuai Ekspektasi

Ruben Amorim
Sumber :
  • Premier League

Ceritakita – Petualangan Ruben Amorim bersama Manchester United resmi berakhir lebih cepat dari perkiraan. Pelatih asal Portugal itu hanya bertahan 14 bulan di Old Trafford, memimpin 63 pertandingan, sebelum akhirnya didepak pada awal 2026. Keputusan ini sekaligus mengakhiri eksperimen United bersama salah satu pelatih paling menjanjikan di Eropa.

img_title Man City Kurangi Selisih Poin dengan Arsenal Usai Hancurkan Chelsea 3-0

Amorim ditunjuk sebagai manajer pada November 2024, menggantikan Erik ten Hag yang sebelumnya mempersembahkan FA Cup dan Carabao Cup. Datang dengan reputasi mentereng sebagai juara liga bersama Sporting CP, Amorim dibebani ekspektasi besar: mengembalikan Manchester United ke jalur juara dan kembali bersaing di level elite.

Secara pencapaian, musim pertama Amorim tak sepenuhnya kosong. Ia membawa Setan Merah melaju hingga final Liga Europa 2025. Namun, kekalahan di partai puncak tersebut, ditambah performa domestik yang inkonsisten, membuat musim berakhir pahit dengan United terpuruk di posisi ke-15 klasemen Premier League.

img_title Tottenham Terpuruk, De Zerbi Kalah Lawan Sunderland

Di balik pemecatan ini, faktor utama disebut berasal dari keteguhan Amorim mempertahankan sistem 3-4-3. Sang pelatih meyakini skema tersebut sebagai fondasi utama kesuksesannya, meski banyak pihak menilai komposisi skuad United—yang dibangun dengan biaya besar—tidak sepenuhnya cocok dengan pendekatan itu.

Situasi memanas usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Amorim secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap dukungan manajemen, yang ia anggap tidak sepenuhnya sejalan dengan visinya. Kurang dari 24 jam setelah pernyataan tersebut, keputusan berpisah pun diambil.

img_title Jangan Pilih Tuchel atau Pochettino Michael Owen Beri Saran Penting Buat MU

Dalam pernyataan resmi klub, Manchester United menyebut keputusan ini diambil demi kepentingan tim. “Dengan Manchester United berada di posisi keenam Premier League, pimpinan klub dengan berat hati memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Keputusan ini memberi tim kesempatan terbaik untuk meraih posisi tertinggi di liga,” tulis klub, sembari mengucapkan terima kasih atas kontribusi Amorim.

Menanggapi rumor konflik internal, laporan dari GOAL menegaskan tidak ada perang kekuasaan atau perselisihan transfer sebelum kepergian Amorim. Ia justru mendapat dukungan penuh, termasuk dari Sir Jim Ratcliffe, yang sebelumnya berharap proyek tiga tahun Amorim bisa berjalan tuntas. Namun, minimnya progres nyata di atas lapangan membuat manajemen memilih jalan lain.

Halaman Selanjutnya
img_title