Arsenal Tersungkur dari Manchester United, Mimpi Juara Liga Inggris Tinggal Angan
- Getty Image
Ceritakita – Harapan Arsenal untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar Liga Inggris kembali mendapat pukulan. Bermain di Emirates Stadium pada Minggu, The Gunners takluk 2-3 dari Manchester United yang tampil solid dan efektif.
Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Lisandro Martinez. Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama. Manchester United mampu membalikkan keadaan melalui gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu, yang membuat tim tamu menutup sebagian besar laga dengan kepercayaan diri tinggi.
Mikel Merino sempat menyelamatkan Arsenal dari kekalahan setelah mencetak gol penyeimbang. Skor 2-2 membuat laga kembali terbuka dan memberi harapan bagi tuan rumah.
Sayangnya, situasi berubah di menit-menit akhir ketika Matheus Cunha, yang masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan sepakan melengkung indah yang memastikan kemenangan Manchester United.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Arsenal di kandang pada musim ini. Di sisi lain, hasil tersebut memperpanjang tren positif Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick yang menjalani peran sebagai pelatih sementara hingga akhir musim, dengan catatan dua kemenangan dari dua laga.
Dampak dari hasil ini cukup signifikan bagi peta persaingan papan atas Liga Inggris. Keunggulan Arsenal atas Manchester City dan Aston Villa kini terpangkas menjadi empat poin.
Situasi ini membuat perburuan gelar kembali terbuka lebar. Selain itu, ini menjadi kali pertama Arsenal kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan sejak Desember 2023, sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi tiga laga liga beruntun.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tak menutupi kekecewaannya usai pertandingan.
Dikutip dari Sky Sports, ia mengatakan, “Pertama-tama, Anda harus memberi selamat kepada Manchester United atas kemenangan ini. Semua terjadi dengan cara yang sangat aneh. Kami sangat dominan di 30 menit pertama, mencetak gol, punya dua peluang bagus lainnya, lalu kami justru memberi mereka gol, sesuatu yang sangat tidak biasa dari kami. Itu mengubah momentum sedikit. Setelah itu standar permainan kami dengan bola menurun dan laga tak lagi dalam kendali. Mereka punya dua momen ajaib. Kredit untuk mereka karena di laga besar, momen seperti itu sangat dibutuhkan.”