Tottenham Terpuruk, De Zerbi Kalah Lawan Sunderland
- Getty Image
Ceritakita – Roberto De Zerbi datang ke Stadion Sunderland dengan giletnya tertutup rapat menghadapi angin dingin Wearside. Tapi saat peluit akhir berbunyi, yang hilang bukan hanya anginnya—morale Tottenham dan manajer barunya juga turut menghilang. Sunderland menang 1-0 berkat gol defleksi Nordi Mukiele di babak kedua, membawa Spurs semakin dalam ke zona degradasi Premier League.
Hasil ini sangat kejam bagi De Zerbi yang baru memulai misinya sebagai pelatih ketiga Tottenham musim ini. Tidak hanya timnya kalah, tapi posisi di klasemen juga semakin genting: hanya satu tempat dan dua poin di atas West Ham yang berada di peringkat 17. Sementara itu, Sunderland naik ke posisi 10 di bawah kepemimpinan Régis Le Bris, yang ternyata jauh lebih terorganisir dari sang tamu.
Debut Pahit De Zerbi di Sunderland
De Zerbi datang dengan ambisi untuk mengembalikan Tottenham bermain dengan gaya menyerang yang pernah mereka tunjukkan di era Ange Postecoglou. Namun pada pertandingan ini, aspirasi itu masih jauh dari kenyataan. Tottenham bermain tanpa energi, tanpa percaya diri, dan tanpa ide jelas untuk menerobos pertahanan Sunderland yang solid.
Untuk jangka panjang, mungkin ini baru permulaan. Ini adalah satu dari tujuh pertandingan yang akan De Zerbi latih musim ini. Namun mimpi buruk Spurs sudah berlangsung lebih lama—mereka tengah menjalani 14 pertandingan tanpa kemenangan, winless run terpanjang mereka sejak 1935. Angka itu berbicara lebih keras dari kata-kata manajer baru mereka.
Sunderland Mendominasi Pertandingan
Le Bris dan timnya menunjukkan organisasi yang lebih baik dan kreativitas yang lebih tinggi dibanding Spurs. Granit Xhaka sering menguasai permainan di tengah lapangan, mendikte tempo pertandingan sesuai kehendak Sunderland. Para pemain Spurs tidak kurang kerja keras, tetapi kepercayaan diri yang minim membuat setiap aksi mereka terkesan kikuk.
Sunderland bahkan membuat Tottenham berpikir sudah mendapat penalti di area mereka. Tapi setelah ditinjau ulang oleh VAR, tendangan Omar Alderete ternyata telah memenangkan bola, sementara Randal Kolo Muani yang sengaja menjulurkan kaki untuk memaksa spot-kick. Keputusan yang tepat membuat Spurs semakin frustasi.