Man City Kurangi Selisih Poin dengan Arsenal Usai Hancurkan Chelsea 3-0
- Reuters
Ceritakita – Setelah musim ini dipenuhi dengan strategi yang ketat dan rigid, Manchester City akhirnya menunjukkan kombinasi seni bermain dan kekuatan penyerangan yang memanas di saat yang tepat. Minggu lalu mereka masih menghancurkan Liverpool di Piala FA, dan kini momentum itu berlanjut dengan kemenangan telak 3-0 atas Chelsea di Stamford Bridge yang terasa sepi. Kemenangan ini sangat signifikan karena bisa memperkecil jarak dengan Arsenal dari 9 poin menjadi hanya 6 poin selisih.
Pep Guardiola dan timnya bisa mencium bau darah setelah Arsenal terpeleset saat melawan Bournemouth. City datang dengan penuh ganas dan tak terbendung. Mereka mengambil alih kontrol permainan dengan serangan dahsyat di awal babak kedua, dan hasil 3-0 ini jelas telah menggeser momentum dalam persaingan gelar juara ke pihak Guardiola.
Pertahanan Chelsea Kalah Cerdas
Yang menarik adalah bagaimana City tetap tenang meski babak pertama terasa hambar. Mereka mengandalkan pengalaman Rodri dan Bernardo Silva di lini tengah untuk merebut kendali, sambil Chelsea terlihat lemah dan mudah diatasi. Gol pertama City datang berkat kontribusi penting Nico O'Reilly di menit 51 pemain yang semakin menjadi andalannya Guardiola di momen-momen besar.
O'Reilly mengheader masuk dari crossing sempurna yang diberikan Rayan Cherki. Enam menit kemudian, Cherki kembali menampilkan aksi memukau. Pemain nomor 10 City ini menari dari sayap kiri, bermaksud menembak, tetapi malah memberikan umpan tersamar kepada Marc Guéhi untuk membuat skor menjadi 2-0.
Cherki adalah figur kunci yang Chelsea tidak mampu penguasai. Gelandang asal Lyon ini memiliki 10 assist di kompetisi liga musim ini angka yang menunjukkan betapa kreatifnya dia dalam menciptakan peluang. Sementara itu, Guéhi menciptakan sejarah tersendiri: dia menjadi pemain tandang pertama yang berhasil menutup dua pertandingan dengan cleansheet di Stamford Bridge dalam satu musim liga.
Perburuan Gelar Kembali Seru
Angka-angka itu penting, tapi yang paling krusial adalah ini: selisih poin Arsenal kini hanya 6, dan City masih memiliki satu pertandingan cadangan. Jika mereka menang melawan Arsenal di Etihad Stadium akhir pekan ini, suasana akan benar-benar berubah total.
Sepanjang sejarah meraih titel, City terbiasa memberikan respons cepat setiap kali rival mereka terpeleset. Mereka pandai mengelola tekanan. Guardiola sendiri melihat ini sebagai persoalan mental itulah mengapa timnya bisa pulih dari start yang lambat. Sebaliknya, Chelsea dan manajer Liam Rosenior terpaksa mengakui kebiasaan buruk mereka: mudah collapse saat menghadapi tantangan pertama.
Chelsea Kehilangan Pemimpin di Lapangan
Rosenior mengakui bahwa situasi Chelsea memang sulit. Mereka kehilangan kepemimpinan Reece James (cedera) dan Enzo Fernández (suspensi). Menariknya, Fernández sendiri sedang menjadi sorotan karena flirtasi dengan Real Madrid dan Rosenior menghukumnya dengan melarang bermain dua pertandingan. Keputusan itu mungkin membuat hidup Rosenior lebih mudah di match ini, tapi keseluruhan kondisi Chelsea perlu segera diperbaiki. Mereka berjarak 4 poin dari Liverpool dan telah kalah 5 dari 6 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Chelsea sebenarnya sempat bermain bagus di beberapa saat. Mereka bekerja keras mengompresi ruang dan sempat punya beberapa peluang ketika menembus tekanan City. Cole Palmer hampir membuka skor tapi peluru ke samping gawang. Pedro Neto melesat melewati Matheus Nunes dan paksa Gianluigi Donnarumma menepis. João Pedro juga hampir saja sebelum Marc Cucurella runtuh karena offside di kali terakhir gestur frustrasi yang melambangkan malam Chelsea yang pahit.
Dari Lesu menjadi Dahsyat
Babak pertama City memang suram. Mereka terlihat lesu dan tanpa arah. Guardiola jelas tidak senang saat Cherki melambungkan crossing keluar lapangan di menit 25. City kesulitan menghubungkan permainan ke Erling Haaland, meski ada beberapa kilau harapan. Robert Sánchez bisa menepis tendangan Bernardo Silva, dan Antoine Semenyo lepas.
Tapi di separuh kedua? Cerita berubah total. Entah apa yang Guardiola katakan saat istirahat, City datang dengan semangat beda. Mereka naikkan tempo, percepat passing lane, dan lalu menembus Chelsea. Haaland dan Cherki kirim tembakan peringatan. Chelsea kewalahan. Ketika Moisés Caicedo tergesa-gesa dan menabrak Cherki sekaligus Jérémy Doku, Doku lolos ke gawang dan bikin skor 3-0.