Johan Derksen Semprot Habis-habisan Clarence Seedorf Soal Penunjukan Pelatih Baru Timnas Belanda!

Xavi Hernandez
Sumber :
  • BBC

Ceritakita – Johan Derksen memberikan komentar pedas terkait penunjukan Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala baru tim nasional Belanda. Dalam program Greetings from Grolloo, sosok yang akrab disapa De Snor tersebut mengkritik tajam pihak internal KNVB yang terlibat dalam proses pencarian suksesor Ronald Koeman.

img_title Akhirnya Debut di Real Madrid, Marc Cucurella Ungkap Perasaan Jujurnya yang Bikin Fans Terharu

Melansir laporan dari Goal, Derksen menilai Xavi memang memiliki nama besar dan tumbuh dengan filosofi Johan Cruyff. Namun, ia merasa aneh lantaran KNVB memilih pelatih asing, yang dianggapnya sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap sistem pendidikan pelatih lokal di Belanda.

Kritik Menohok untuk Clarence Seedorf

img_title Baru Saja Kena Blunder di Liga, Feyenoord Kembali Telan Hasil Pahit di Laga Uji Coba

Derksen juga tidak terkesan dengan peran Nigel de Jong dan Clarence Seedorf dalam menentukan pelatih anyar. Secara khusus, ia menyoroti sosok Seedorf yang dinilainya masih menyimpan kekecewaan personal terhadap banyak pihak di dunia sepak bola Belanda.

Ia menyayangkan sikap Seedorf yang dinilai subjektif, sembari mempertanyakan mengapa nama Peter Bosz sama sekali tidak masuk dalam bahan diskusi KNVB untuk menangani Timnas Belanda.

img_title Bukan Cuma Jago Lapangan, Ini Sosok Diego Moreira yang Bikin AC Milan Rela Keluar Uang Fantastis

Masalah Komunikasi dan Pembatalan Opsi Lokal

Meski memberi kesempatan bagi Xavi untuk membuktikan diri, Derksen menyoroti kendala bahasa yang bisa menjadi hambatan besar. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi merupakan modal utama seorang pelatih, dan Xavi yang belum menguasai bahasa Inggris dinilai bakal membutuhkan penerjemah seperti Patrick Kluivert.

Di akhir pernyataannya, Derksen membeberkan bahwa De Jong dan Seedorf sebenarnya sempat ingin menunjuk Michael Reiziger. Namun, karena tidak mendapat dukungan publik yang menganggap Reiziger belum memiliki status yang cukup, KNVB akhirnya panik dan beralih mencari sosok berprofil tinggi demi meredam tekanan media.