Tipis 5 Poin dari Podium, Tim PUBG Mobile Indonesia Finis Keempat di Asian Games
- yodu.id
Ceritakita –Perjalanan tim PUBG Mobile Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 harus berakhir tanpa medali. Skuad Merah Putih yang diperkuat Rosemary, Yummy, Zeta, Snape, dan Potato menempati peringkat keempat dengan 95 poin setelah menyelesaikan 12 pertandingan, seperti dilansir dari esports.id.
Hasil ini terasa menyesakkan karena Indonesia hanya terpaut lima poin dari Pakistan yang mengamankan medali perunggu dengan 100 poin. Selisih tipis itu menjadi bukti betapa ketatnya persaingan di nomor PUBG Mobile pada ajang multievent terbesar Asia tersebut.
Meski gagal naik podium, perjuangan para pemain tetap mendapat apresiasi. Mereka tampil konsisten sepanjang kompetisi dan sempat menebar ancaman serius kepada para pesaing di papan atas klasemen.
Pelatih Akui Persiapan Terpotong Jadwal Padat
Di balik hasil tersebut, Deni Fianda yang akrab disapa Defiand selaku pelatih kepala membagikan cerita mengenai persiapan hingga situasi yang dihadapi tim ketika pertandingan berlangsung. Menurutnya, persiapan yang dilakukan sebenarnya sudah berjalan maksimal.
Tantangan terbesar justru datang dari keterbatasan waktu. Tim harus menjalani persiapan Asian Games di tengah padatnya kalender kompetisi PUBG Mobile yang sedang berjalan.
Persiapannya sebenarnya lumayan oke. Memang ada banyak halangan karena waktunya banyak terpotong. Kami berada di tengah-tengah PMPL, PMGO, dan berbagai kompetisi lain yang cukup memengaruhi kualitas persiapan. Tetapi untuk program latihan dan scrim yang sudah kami atur, semuanya sudah dilakukan semaksimal mungkin. Begitu ungkap Defiand soal kondisi timnya.
Catatan Manis Esports Indonesia Tetap Terjaga
Kegagalan PUBG Mobile tidak menghapus catatan positif esports Indonesia di Asian Games 2026. Sebelumnya, tim Mobile Legends Indonesia sukses menyumbang medali perak setelah melaju hingga partai final dan hanya kalah dari Myanmar.
Tambahan satu perak dari esports menjadi bagian penting dari total perolehan medali kontingen Indonesia yang terus bertambah. Cabang ini kembali membuktikan diri sebagai salah satu lumbung prestasi Merah Putih di level Asia.
Kini, fokus publik beralih ke nomor-nomor tersisa yang masih menyimpan peluang medali. Dukungan untuk para atlet yang masih bertanding tentu tidak boleh kendor hingga upacara penutupan pada 4 Oktober 2026.