Pilkada Kaltim, Elektabilitas Petahana Keok dari Penantang versi Survei IDM

Ilustrasi pemilu
Sumber :

Samarinda – Indonesia Development Monitoring (IDM) melakukan survei pemetaan sikap dan perilaku calon pemilih untuk mengukur tingkat elektabilitas dua pasangan calon Gubernur dan bakal calon wakil Gubernur di Pilkada Kalimantan Timur (Kaltim).

img_title Kisah Pelajar Kaltim Bertaruh Nyawa Lewati Sungai Penuh Buaya Pakai Kereta Gantung

"Hasil survei menunjukkan elektabilitas Rudy Mas'ud-Seno Aji unggul dibandingkan dengan pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi," kata  Direktur Eksekutif IDM Heru Supriyatno dalam keterangannya, Minggu, 10 November 2024

Heru mengungkapkan, survei IDM kali ini memaparkan tentang peta elektoral kedua paslon Kepala Daerah Kaltim dalam uji simulasi pertanyaan terbuka yang memungkinkan responden untuk menjawab dengan bebas.

img_title Pengamat: Kejahatan Besar PSU Bengkulu Selatan Rusak Demokrasi dan Ancam Hak Asasi

Sehingga responden tidak terpaku pada pilihan tertentu terkait pasangan calon Kepala Daerah yang akan dipilih jika Pilgub Kaltim digelar hari ini. Hasilnya, tingkat elektabilitas Rudy Mas’ud-Seno Aji berada di angka 51,8 persen, Isran Noor-Hadi Mulyadi 30,3 persen, dan tidak memilih sebanyak 17,9 persen.

Kemudian, dalam simulasi pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan yang memberikan pilihan jawaban yang terbatas dan spesifik kepada responden. Responden hanya perlu memilih dari opsi yang telah disediakan dalam kertas kuisioner.

img_title Pengamat: Penangkapan Ilegal Cawabup Bengkulu Selatan Preseden Buruk bagi Demokrasi

"Hasilnya Rudy Mas'ud-Seno Aji berada di angka 62,6 persen, dan Isran Noor-Hadi Mulyadi 31,6 persen, dan tidak memilih sebanyak 5,8 persen," kata Heru.

IDM juga melakukan survei pemetaan sikap dan perilaku calon pemilih untuk mengukur tingkat elektabilitas dua pasangan calon Gubernur dan bakal calon wakil Gubernur di Pilkada Kalimantan Timur (Kaltim). Dikatakan, dari hasil temuan survei ada empat masalah besar menurut warga Kaltim mendesak untuk diselesaikan.

Di mana selama 5 Tahun terakhir tidak dapat atau kurang optimal diselesaikan petahana. Di antaranya pertama harga-harga kebutuhan pokok mahal menjadi masalah yang mendesak terbesar menurut 27,8 persen responden.

"Kedua, susah mencari lapangan pekerjaan menurut 27,6 persen responden, ketiga, kondisi jalan rusak di Kaltim menurut 23,4 persen responden. Kemudian masalah biaya pendidikan mahal menurut 21,2 persen responden," kata Heru.

Hal lain, Heru menerangkan, survei IDM mengambarkan rendahnya elektabilitas pasangan Isran Noor - Hadi Mulyadi sebagai Incumbent selama menjabat tidak mampu mewujudkan janji-janji politik yang telah mereka buat ketika masa kampanye sebelum terpilih.

Halaman Selanjutnya
img_title