Tinjau Produk Olahan Kayu di Yogya, Menhut: Hilirisasi Kehutanan Hingga Pembuka Lapangan Kerja

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kunjungan kerja ke Bantul
Sumber :

Yogyakarta –Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menhut melakukan pelepasan ekspor produk lunch box dari Kayu Sengon.  

img_title PP 27/2025 Diundangkan, Mangrove Tak Lagi Sekadar Hiasan Pesisir

Produk lunch box ini diketahui merupakan produk UMKM dari CV. Tunas Jaya Abadi (TJA) yang terletak di Dusun Srontakan. Lunch box dari kayu rakyat ini akan diekpor ke Taiwan, nantinya biasa digunakan sebagai lunch box di kereta. 

Ekspor dilakukan per 2-3 minggu sekali dengan jumlah kapasitas satu kontainer sebanyak 800-850 pcs. 

img_title Menteri Bahlil Soal Permen Sumur Rakyat: Hanya yang Sudah Beroperasi Sejak Lama

Menhut Raja Antoni meninjau langsung proses pembuatan produk ini, dari mulai pemotongan kayu sengon, pengeringan, penipisan, hingga proses pengemasan. Pembuatan lunch box ini diketahui melibatkan warga sekitar dengan jumlah lebih dari 80 persen adalah perempuan. 

Raja Antoni mengatakan proses produksi ini menjadi contoh dari program yang diinginkan Prabowo. Dalam hal ini yakni adanya hilirisasi kehutanan hingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar area hutan.  

img_title Menhut Raja Antoni Terima Gelar Adat Toraja: Pemimpin yang Memayungi dan Melindungi

"Hari ini kembali membuka mata saya tentang betapa kayanya dan luasnya landskap pekerjaan di bidang kehutanan, dan kalau kita melihat program pak Prabowo kan yang seperti ini. Yang betul-betul ada hilirisasi kehutanan, produk kehutanan dan membuka lapangan pekerjaan," ujar Menhut Raja Antoni, Rabu (7/5/2025).

Menhut Raja Antoni lantas menanyakan hal-hal yang diperlukan untuk membantu menambah produksi dan memperluas pemasaran baik lokal maupun internasional. 

"Yang mungkin bisa saya tawarkan adalah justru saya bertanya apa yang kira-kira terutama dalam kebijakan, kebijakan apa yang bisa saya keluarkan yang bisa saya terapkan, untuk mendukung atau memperbesar skala bisnis ibu dan teman-teman," ujar Menhut. 

"Misalkan tentang hutan bahan baku, ini kan mungkin apakah kita bisa carikan solusinya untuk menanam dimana. Mungkin bibit sengonnya yang saya tadi malam datang ke lab yang mungkin dengan kultur tertentu proses tumbuhnya lebih cepat dan membuka pasar baru tentunya baik lokal maupun internasional," sambungnya. 

Menhut juga mengatakan akan membantu mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang nantinya dapat menggunakan produk lunch box hasil UMKM ini. Menurutnya, perusahaan-perusahaan di bidang food and beverage (F&B) yang memiliki orientasi jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title