Viral Klaim Pertamina Bagi Hadiah Tahun Baru 2026 Ini Fakta Sebenarnya
- Pertamina
Ceritakita – Memasuki awal tahun 2026, media sosial diramaikan oleh unggahan yang menyebut PT Pertamina Persero membagikan hadiah khusus Tahun Baru 2026 melalui sebuah tautan pendaftaran online.
Narasi tersebut langsung menyita perhatian warganet karena menjanjikan hadiah uang tunai. Unggahan itu salah satunya dibagikan melalui Facebook oleh akun bernama Prabumulih Nganar pada Rabu (24/12/2025).
Dalam unggahan tersebut, disertakan sebuah tautan yang diklaim sebagai pendaftaran hadiah Tahun Baru 2026. “PERTAMINA - Hadiah Tahun Baru 2026.
Melalui kuesioner, anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp1.500.000,” demikian narasi yang tertulis dalam unggahan tersebut. Saat tautan diklik, pengguna diarahkan ke laman pengisian kuesioner.
Unggahan itu pun menuai ribuan respons dan dibagikan ulang secara luas, memicu rasa penasaran publik soal kebenaran klaim tersebut.
Namun, sebelum ikut mengeklik atau membagikannya, klaim ini perlu dicek kebenarannya. Hasil penelusuran tim TurnBackHoax.ID dari Mafindo menyatakan informasi tersebut tidak benar dan tergolong menyesatkan.
Berdasarkan hasil pengecekan, PT Pertamina Persero tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi terkait pembagian hadiah Tahun Baru 2026 melalui tautan online. Informasi serupa juga tidak ditemukan di akun media sosial resmi Pertamina maupun di situs resmi perusahaan.
Selain itu, tautan yang disebarkan tidak menggunakan domain resmi Pertamina, melainkan domain pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan perusahaan.
Formulir dalam tautan tersebut juga meminta data pribadi sensitif seperti nomor telepon dan alamat, yang tidak lazim untuk promosi resmi perusahaan besar.
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan, pola tautan semacam ini kerap digunakan untuk mengumpulkan data pengguna dan berpotensi menjadi modus penipuan digital.
Dengan demikian, klaim bahwa Pertamina membagikan hadiah Tahun Baru 2026 melalui tautan online adalah palsu.
Informasi tersebut termasuk hoaks dan berpotensi merugikan masyarakat yang mengakses tautan tersebut.
Unggahan semacam ini bisa menimbulkan risiko seperti pencurian data pribadi, pengalihan ke situs phishing, hingga ancaman keamanan digital lainnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dan memastikan sumber berasal dari kanal resmi sebelum mengeklik tautan apa pun, pungkasnya.