Pernah Putus Sekolah Anak Penjual Ikan Ini Sekarang Belajar di Sekolah Rakyat
- Biro Humas Kemensos/ Airlangga Jati
Ceritakita – Muhammad Risky Pratama (12) kini menjalani hari-hari baru sebagai siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama atau SRMP 2 Medan, Sumatera Utara. Pengalaman ini sangat berbeda dengan masa lalunya saat harus mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual di kawasan Bagan Deli.
Sebelum bersekolah di lembaga pendidikan gratis tersebut, Risky terbiasa membantu perekonomian keluarga dengan berjualan ikan. Aktivitas itu sudah ia jalani sejak duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
"Bawanya pakai ember, ditaruh di setang sepeda,” kata Risky dikutip dari iNews, Senin (29/12/2025).
Keterbatasan biaya membuatnya terpaksa berhenti sekolah. Sejak kecil, Risky yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara, diasuh oleh Atuk, sebutan untuk kakek dan neneknya.
Ibunya merantau bekerja ke Malaysia lalu ke Batam, sementara ayahnya bekerja sebagai nelayan di Pantai Labu. Risky mengaku sangat jarang bertemu dengan kedua orang tuanya.
Ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama kakek dan neneknya di rumah.
“Dari saya kelas 4 SD mama pergi ke Batam. Belum ada balik. Waktu itu pernah telepon, tapi cuma sekali saja. Kalau ayah, kadang habis melaut singgah di rumah nenek,” ujarnya.
Sang kakek sehari-hari bekerja sebagai nelayan kerang. Dalam satu hari, ia bisa menangkap sekitar 20 kilogram kerang yang kemudian dijual kepada tengkulak seharga Rp 7 ribu per kilogram.
Meski harus bekerja sejak usia sangat muda, Risky tidak pernah mengeluh. Sejak pukul 10.00 pagi, ia mulai berkeliling menawarkan dagangannya berupa ikan selayang pulpen, selayang dungun, kurin, trisi, hingga cumi dan udang.
Dalam sehari, Risky bisa memperoleh upah hingga Rp 100 ribu. Tak jarang, para pelanggan juga memberinya uang tambahan. Jika dagangannya tidak habis, sisa ikan akan dikembalikan kepada orang yang mempekerjakannya.
Perjuangan Risky sempat menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang merekam dirinya berjualan ikan menggunakan sepeda viral di media sosial.
Video tersebut menyebar luas dan mengundang simpati warganet. Setelah videonya viral, Risky menerima bantuan dana sebesar Rp 100 juta dari berbagai pihak yang tersentuh oleh kisah hidupnya.