Prabowo Pastikan Pasukan ISF Berangkat Dua Bulan Lagi

Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • CNN Indonesia

Ceritakita – Presiden RI menyampaikan rencana pengiriman pasukan Indonesia untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) guna mendukung perdamaian di Gaza. Menurutnya, pengiriman kelompok awal akan dilakukan dalam waktu dekat.

img_title Prabowo Subianto Genap Berusia 75 Tahun, Pejabat Negara Ramai Kirim Ucapan dan Doa

Prabowo menyebut pengerahan pasukan pendahulu kemungkinan berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan pers di Washington DC.

Ia mengatakan kelompok awal atau pasukan pendahulu akan segera diberangkatkan. Menurut Prabowo, proses persiapan pengiriman tidak akan memakan waktu lama.

img_title Sekjen PBB Guterres Tiba di Indonesia, Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo

Selain itu, Prabowo juga mengonfirmasi bahwa Indonesia diminta mengisi posisi wakil komandan dalam struktur misi ISF. Permintaan tersebut datang dari pihak penyelenggara misi perdamaian.

Prabowo menyatakan Indonesia diminta menjadi Deputy Commander dalam misi tersebut. Penunjukan ini menegaskan peran strategis Indonesia dalam pasukan perdamaian internasional.

img_title Prabowo Kumpulkan Menteri dan Wamen di Istana Bogor Usai Reshuffle, Ada Arahan Apa

Komitmen tersebut disebut sebagai bagian dari konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Indonesia juga menempatkan isu kemanusiaan sebagai prioritas utama.

Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah pasukan yang dikirim dapat mencapai lebih dari 8.000 personel apabila diperlukan. Komitmen itu disampaikan dalam KTT Dewan Perdamaian di Washington DC.

Ia menyampaikan apresiasi atas tercapainya gencatan senjata yang dinilai sebagai kemajuan nyata. Indonesia kemudian menegaskan kembali kesiapan untuk mengirim pasukan dalam jumlah besar.

Prabowo berharap kehadiran pasukan Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia. Ia menilai stabilitas kawasan merupakan kepentingan bersama.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia sejak awal telah mempelajari rencana 20 poin Presiden Amerika Serikat. Indonesia menyatakan sepenuhnya setuju dengan rencana tersebut.

Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap keberhasilan Dewan Perdamaian. Oleh karena itu, Indonesia memutuskan untuk bergabung dan mendukung penuh agenda tersebut.