Ternyata Ini Alasan Mal Mewah Jakarta Mendadak Dipagari Tinggi
- KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA
"Yang pasti kan dalam situasi bisa saja ya setiap mal itu punya ininya (kebijakan) masing-masing gitu lo, untuk menjaga keamanan, dia kemudian memasang apa, itu bukannya karena hari ini kebetulan, tetapi ya kapan saja itu bisa terjadi," kata Shinta.
Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Narasi yang mengaitkan pemasangan pagar dengan antisipasi demonstrasi besar berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Bijak memberikan informasi, jangan berpersepsi, jangan membuat kegaduhan ataupun opini publik dengan rasa kekhawatiran di bulan Agustus dan September," kata Budi. Budi mengingatkan, narasi yang dibangun berdasarkan asumsi pribadi dapat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia meminta para pengguna media sosial lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi juga meminta masyarakat optimis bahwa Indonesia dalam keadaan yang baik-baik saja. Ia pun mengajak masyarakat untuk mendoakan bangsa Indonesia aman, serta mengecek fakta atas narasi yang menimbulkan ketakutan (fear mongering) yang beredar.
"Dan enggak ada alasan buat kita enggak maju kan? Gitu, jadi yang fear mongering-fear mongering itu teman-teman cek di lapangan, ya. Saya rasa nanti teman-teman bisa menemukan itu benar enggak sih, gitu," imbuh Hasan.
Gubernur Minta Pagar Dibongkar Kembali
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta meminta agar pagar-pagar tinggi yang terpasang di sejumlah mal dan perkantoran untuk dibongkar. Sebab menurut Pramono, pemasangan pagar itu kemungkinan dipicu kekhawatiran berlebihan terhadap situasi keamanan. Kekhawatiran yang berlebihan, kata Pramono, juga tidak baik.
"Mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ucap Pramono, di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Pramono juga meyakini, kondisi demo Agustus tidak akan terulang pada tahun ini. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan akan menjaga kondisi Ibu Kota agar tetap aman dan kondusif.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ujar dia.