Tanpa Aktor dan Set Shooting, Drama Pendek AI China Bikin Industri Film Tradisional Ketar-Ketir!
- Courtesy of Hu Hai
Ceritakita – Kecerdasan buatan (AI) kini membukakan pintu kreativitas baru sekaligus memicu kekhawatiran di industri hiburan layar kaca China. Saat membuka Douyin, versi China dari TikTok, drama pendek berbasis buatan AI kini semakin mudah ditemukan dan menyita perhatian publik.
Melansir laporan dari Global Times, konten-konten tersebut mencakup berbagai genre populer, mulai dari fantasi, kultivasi keabadian, romansa perkotaan, hingga kisah sejarah. Perbedaan utamanya terletak pada seluruh aktor, latar tempat, hingga elemen visual yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI.
Biaya Rendah dan Akses Luas Bagi Kreator Muda
Salah satu judul yang sedang viral adalah The Inverse Zone, sebuah serial horor-misteri orisinal tentang monster yang disebut-sebut sebagai Stranger Things versi AI. Serial ini telah merilis tiga episode yang masing-masing berhasil mengantongi lebih dari 1 juta suka di Douyin, meski hanya digarap oleh tim berisi tiga orang anak muda kelahiran tahun 2000-an.
Untuk memproduksi serial tersebut, tim memanfaatkan model generatif video lokal Seedance 2.0 dan 2.5 dengan persiapan selama hampir dua bulan. Biaya produksi satu episode berkisar antara 4.000 hingga 5.000 yuan ($593-$741), sedangkan episode dengan efek khusus kompleks dapat mencapai lebih dari 10.000 yuan. Kehadiran AI ini dinilai berhasil memangkas hambatan geografis dan finansial dalam pembuatan konten sinematik.
Dilema Aktor dan Isu Hak Cipta Wajah Publik
Di balik pesatnya perkembangan drama pendek AI, muncul dampak serius bagi para pelaku industri tradisional. Banyak aktor drama pendek live-action mulai kehilangan kesempatan kerja akibat tergerus tren AI, hingga terpaksa beralih profesi.
Selain ancaman terhadap lapangan kerja aktor biasa, penggunaan hak cipta dan kemiripan wajah figur publik atau selebriti dalam konten AIGC juga memicu perdebatan sengit mengenai aturan hukum dan pembagian hasil. Ke depan, para ahli memperkirakan industri hiburan akan bergerak menuju model produksi baru yang memadukan kerja sama antara manusia dan teknologi AI.