Waspada Gelombang 4 Meter dan Banjir Rob Hari Ini, BMKG Ingatkan Nelayan

Gelombang laut tinggi menghantam kawasan pesisir Indonesia
Sumber :
  • KataFoto

Ceritakita – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk hari ini. Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada Selasa 20 Oktober 2026.

img_title BMKG Waspada Hujan Lebat di 13 Provinsi pada Minggu 18 Oktober 2026

Prakirawan BMKG Yuyun Wulandari menjelaskan potensi gelombang tinggi tersebut perlu menjadi perhatian serius para nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi berubah, meski cuaca kering mendominasi sebagian besar daerah.

“Untuk nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut, waspadai gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter,” ujar Yuyun dalam tayangan informasi cuaca BMKG yang berlaku untuk Selasa 20 Oktober 2026.

img_title Asap Karhutla Kalimantan Sampai Jakarta, Pramono Siagakan 31 Rumah Sakit

Gelombang tinggi berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat, mulai dari perairan Kepulauan Mentawai hingga Lampung. Potensi serupa juga terdapat di Samudra Hindia selatan mulai dari Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara mulai dari Maluku hingga Papua Barat Daya.

Waspada Banjir Pesisir atau Rob

img_title BMKG Ingatkan Banjir Rob di 11 Wilayah dan Gelombang Tinggi 4 Meter Hari Ini

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob. Banjir rob diprakirakan terjadi di pesisir utara Jawa Tengah serta wilayah pesisir Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Warga yang tinggal di kawasan pesisir diimbau untuk mewaspadai genangan air laut yang bisa masuk ke permukiman. Pastikan barang berharga dan dokumen penting diamankan di tempat yang lebih tinggi.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai, tetap pantau informasi resmi BMKG dan hindari berlayar apabila kondisi laut sudah tidak aman.

Siklon Tropis Campi Jadi Pemicu

BMKG juga memantau keberadaan Siklon Tropis Campi yang diprakirakan berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur Filipina. Siklon tersebut memiliki tekanan udara di pusat sebesar 935 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat mencapai 50 meter per detik atau setara 100 knot.

Siklon tropis tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia, terutama berupa gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan.

“Siklon tropis ini memberikan dampak tidak langsung terhadap Indonesia berupa gelombang laut kategori sedang di perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua,” jelas Yuyun.

Halaman Selanjutnya
img_title