Anakmu Adalah Cerminmu

Ilustrasi orang tua mengajari anak
Sumber :
  • Gustavo Fring / Pexels

Dari penjelasan diatas menjelaskan bahwa adanya hubungan antara orang tua dalam membentuk anak dengan karakter anak yang diinginkan orang tua. Semua ini bisa saja terjadi. Orang tua akan melakukan apapun yang terbaik untuk anaknya.

img_title Kesehatan Saluran Cerna Dukung Kecerdasan Akal dan Sosial dari Geng Jumbo yang Menginspirasi

Nah, perlu kita ketahui makna "Anakmu adalah Cerminmu" ini sejatinya adalah tidak melulu tentang karakter orang tua yang menurun pada anaknya saja, melainkan kesungguhan orang tua dalam membentuk karakter anak juga merupakan suatu bukti usaha yang terlihat bahwa itulah yang juga akan menjadikan contoh bagi anaknya.

Orang tua yang sungguh-sungguh, meskipun sebetulnya adalah pemalas, menunjukkan bahwa ia sebetulnya juga bisa bertanggungjawab dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal tersebut terlihat dari keinginan yang kuat dan caranya yang berusaha keras agar anaknya bisa lebih baik dari dirinya (orang tua). Dan seseorang sejatinya dapat berubah pula demi mencapai suatu tujuan seiring berjalannya waktu. 

img_title Hari Buku Nasional: Dongeng Profesi Sektor Pelabuhan untuk Anak di Sekolah Pulau

Dari penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa makna "Anakmu adalah Cerminmu", sebenarnya bermakna pula jika cerminan anak sebetulnya bagaimana orang tua memperlakukan dan mendidik anaknya.

Jadi, ada sedikit pembelajaran umum untuk kita semua saat ini, baik yang belum berkeluarga, akan berkeluarga, ataupun yang sudah berkeluarga. Jika kelak anakmu salah, anakmu memiliki kekurangan, janganlah terlalu menyalahkannya. Sebab sifat, sikap, dan maupun karakter anak, sebetulnya adalah mengenalkan siapa dirimu. Sebagaimana cermin, anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya.

img_title Solusi Kulit Sensitif Bayi: Bebiotic Hadir dengan Formula Tribiotik dan Dukungan Teknologi Barrier

Dilansir dari Afif Ali Husain, pada Komunitas Parenting Indonesia di jejaring Facebook mengungkapkan:

1.Jika anakmu Berbohong, itu karena engkau Menghukumnya terlalu Berat.

2.Jika anakmu Tidak Percaya Diri, itu karena engkau Tidak Memberi dia Semangat 

3.Jika anakmu Kurang Berbicara, itu karena engkau Tidak Mengajaknya Berbicara 

4.Jika anakmu Mencuri, itu karena engkau Tidak Mengajarinya Memberi. 

5.Jika anakmu Pengecut, itu karena engkau selalu Membelanya. 

6.Jika anakmu Tidak Menghargai Orang Lain, itu karena engkau Berbicara Terlalu Keras kepadanya.

7.Jika anakmu Marah, itu karena engkau Kurang Memujinya. 

8.Jika anakmu Suka Berbicara Pedas, itu karena engkau Tidak Berbagi Dengannya. 

Halaman Selanjutnya
img_title