Malin Kundang, Si Anak Durhaka, Kisah Legendaris Dari Sumatera Barat

Patung malin kundang
Sumber :
  • @dzul.ee/instagram

Cerita Kita –Siapa yang tidak kenal dengan cerita rakyat yang legendari satu, ya Malin Kundang Si Anak Durhaka cerita dari Sumatera Barat. Malin Kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu.

Skenario Scudetto ke-20 Inter Milan Terasa Sempurna Jika Buat Keok AC Milan di Partai Derby

Cerita rakyat yang mirip juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Ya ceritanya seperti ini, Zaman dahulu kala ada sebuah cerita di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di Padang, Sumatera Barat. 

Ada seorang janda bernama Mande Rubayah yang hidup bersama anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang. Mande Rubayah sangat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang. Malin kemudian tumbuh menjadi seorang anak yang rajin dan penurut.

Gulung Yordania dan Lolos ke Perempat Final, Ini Deretan Fakta Menarik Timnas U-23 Indonesia

Ketika Mande Rubayah sudah tua, ia hanya mampu bekerja sebagai penjual kue untuk mencupi kebutuhan dirinya dan anak tunggalnya. Suatu hari, Malin jatuh sakit keras, hingga nyawanya hampir melayang namun akhirnya ia dapat diselamatkan-berkat usaha keras ibunya.

Setelah sembuh dari sakitnya ia semakin disayang. Mereka adalah ibu dan anak yang saling menyayangi. Saat Malin sudah dewasa ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota, karena saat itu sedang ada kapal besar merapat di Pantai Air Manis.

Tradisi Unik Syawalan di Kota Semarang, Warga Berbagi Ketupat Jembut

Tapi ibunya tidak mengijinkan, Jangan Malin, ibu takut terjadi sesuatu denganmu di tanah rantau sana. Menetaplah saja di sini, temani ibu. Kemudian ibunya yang sedih setelah mendengar keinginan Malin yang ingin merantau.

Malin yang bersikeras untuk merantau terus meyakinkan dengan berkata Ibu tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa denganku. Malin sambil menggenggam tangan ibunya

Halaman Selanjutnya
img_title