Comeback Gila Wrexham Kieffer Moore Jadi Mimpi Buruk Sheffield United
- Getty Image
Ceritakita – Kieffer Moore mengakui ada kepuasan tersendiri saat mencetak dua gol ke gawang mantan klubnya, Sheffield United. Dua gol tersebut menjadi kunci kebangkitan Wrexham yang sukses membalikkan ketertinggalan dua gol dan meraih kemenangan dramatis 5 3 di ajang Championship di Stadion Stok Cae Ras.
Penyerang tim nasional Wales itu menjadi tokoh utama dalam laga yang berjalan penuh drama. Wrexham sempat berada dalam posisi sulit sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan yang sangat dibutuhkan.
Pada awal pertandingan, situasi tampak tidak berpihak kepada Wrexham. Meski mampu menguasai bola dalam beberapa fase, kelemahan di lini belakang dimanfaatkan secara maksimal oleh Sheffield United. Patrick Bamford mencetak dua gol dengan penyelesaian klinis, sementara Callum O’Hare menambah satu gol lewat sundulan terukur. Wrexham pun tertinggal 3 2 hingga turun minum dan suasana stadion sempat senyap.
Permainan Wrexham sebenarnya menjanjikan, namun kegagalan menjaga konsentrasi di momen krusial nyaris kembali menjadi masalah yang merugikan. Boxing Day sempat terlihat akan menjadi babak frustrasi lain dalam rangkaian hasil kurang memuaskan.
Situasi berubah drastis selepas jeda. Gol Ryan Longman tujuh menit setelah babak kedua dimulai membangkitkan energi pemain dan pendukung. Kieffer Moore kemudian melengkapi kisah penebusannya lewat gol penentu keunggulan. Selebrasinya memancarkan rasa lega dan bahagia. Josh Windass menutup kemenangan dengan gol penalti yang memastikan tiga gol Wrexham di babak kedua dan membuat Sheffield United terpukul.
Moore mengakui laga ini memiliki makna emosional baginya, mengingat relasinya yang tidak selalu mulus dengan sebagian pendukung Sheffield United.
“Kamu akan mendapat kritik dan pujian. Kamu harus tetap seimbang. Kamu tidak boleh terlalu keras menerima kritik dan juga tidak boleh terlalu besar menerima pujian,” ujar Moore. “Tapi saya sangat senang untuk diri saya sendiri. Mereka bisa terus mengatakan apa pun, dan saya akan terus membuktikannya di lapangan,” katanya.
Saat ditanya apakah sorakan dari pendukung mantan klubnya menjadi motivasi tambahan, Moore menjawab singkat, “Ya, tentu saja.”
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Wrexham dalam enam laga liga terakhir dan membawa mereka naik ke peringkat 13 klasemen. Hasil tersebut sedikit meringankan tekanan terhadap manajer Phil Parkinson di tengah padatnya jadwal akhir tahun.