Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global

Dok. Istimewa
Sumber :

Bogor – Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, menyampaikan kebanggaan karena dijadikan lokasi percontohan dalam forum internasional South-South and Triangular Cooperation (SSTC) 2025.

img_title Anggota DPR Cecar Kemenkeu soal Indikator Kesejahteraan Petani dan Nelayan Hilang dari Dokumen Pembangunan

Sebanyak 12 peserta delegasi hadir dalam ajang SSTC yang diikuti oleh lima negara, yakni India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda. Para peserta diharapkan dapat melihat langsung lokasi binaan YESS yang dapat direplikasi di negara masing-masing.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meyakini pertanian Indonesia kini bergerak menuju arah yang lebih modern, efisien, dan menarik bagi generasi muda. 

img_title Kementan Pastikan Peran Aktif Disabilitas Dalam Pembangunan Pertanian

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujar Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian perlu adanya pendampingan, baik dalam bentuk mentoring maupun akses permodalan.

img_title Tegas Dukung Swasembada dan SDM Unggul, Ini Langkah Konkret Putri Zulkifli Hasan

"Program ini ditujukan bagi para pemuda untuk mengembangkan perekonomian melalui kewirausahaan dan menambah peluang kerja, khususnya di wilayah pedesaan," kata Idha. 

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Muhammad Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Program YESS sebagai studi kasus dalam forum internasional ini. Ia menilai ajang ini sebagai bentuk penghargaan bagi para petani milenial.

“Ini merupakan pengakuan yang sangat berarti, bukan hanya bagi institusi kami, tetapi juga bagi para pemuda di wilayah pedesaan yang telah merasakan manfaat langsung dari program ini,” ujar Amin.

Program YESS merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang bertujuan membuka potensi pemuda pedesaan dan menempatkan mereka di garis depan inovasi serta kewirausahaan pertanian.

Selama lima tahun pelaksanaannya, program ini telah menjangkau lebih dari 309 ribu pemuda. Sebanyak 75.158 di antaranya telah mengembangkan usaha berbasis pertanian, dan 43.517 pemuda mengalami peningkatan pendapatan.

Halaman Selanjutnya
img_title