Anakmu Adalah Cerminmu

Ilustrasi orang tua mengajari anak
Ilustrasi orang tua mengajari anak
Sumber :
  • Gustavo Fring / Pexels

Cerita Kita – Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Istilah ini dikatakan benar. Sebagaimana seorang anak yang memiliki sifat, wajah, karakter, ataupun hal lain yang mirip dengan orang tuanya.

 

Seperti apa perilakumu, maka itulah yang akan menjadi perilaku anakmu. Sebab, orang tua yang akan menjadi contoh untuk anak-anaknya. Orang tua yang akan menjadi tempat pertamanya untuk membentuk sikap dan perilakunya. Orang tua pula, yang akan mewariskan turunannya sebab adanya hubungan darah daging. Yang mana pada diri anaknya mengalir pula darah dari kedua orang tuanya.

 

Untukmu yang saat ini belum menjadi orang tua, hendaklah terus membenahi diri. Ini adalah kesempatan yang harus betul-betul kalian jaga. Agar kau bisa menanam benih-benih kebaikan pada dirimu. Sebab apa yang kau tanam hari ini, bisa kau panen dengan baik kelak ketika Tuhan sudah menghendaki. 

 

 

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, perlu ketelatenan, kesabaran, dan pemahaman yang baik. Menjadi orang tua, membutuhkan kekuatan mental yang baik. Sebab, dengan cara yang baik, akan mudah bagi anak untuk menerima dan menjadi apanyang orang tua harapkan. 

 

Anak yang baik, anak yang hebat, akan tumbuh dari orang tua yang hebat. Anak yang kurang memiliki perhatian, korban broken home, biasanya akan mendapatkan dampak dari keadaan tersebut, dan lain sebagainya. Tentunya hal ini akan membawa pengaruh pada proses pertimbangan dan perkembangan anak.

 

Lain halnya dengan anak yang selalu mendapatkan perlakuan baik dan pembiasaan diri yang disiplin, akan menjadikan anak lebih bertanggungjawab dan merasa bahwa ia berada di sekeliling orang-orang yang menyayanginya. Ia memiliki teman bercerita, berkeluh-kesah, berlatih mandiri, dan sebagainya. Ia akan merasa aman dan tenang dalam menghadapi berbagai situasi. Karena sejak awal ia mendapatkan ketenangan namun juga pembelajaran disiplin dari orang tuanya.

 

Dari sini juga menjelaskan bahwa, perlakuan baik tidak harus selamanya dengan cara memanjakan anak ataupun menuruti setiap kemauannya, namun juga mengajarkan arti sebuah tanggung jawab yang harus diemban. 

 

Orang tua yang mandiri, akan menularkan kemandiriannya kepada anak melalui caranya mendidik. Begitu juga sebaliknya. Namun semua ini tidaklah sepenuhnya demikian. Ada orang tua yang malas, namun dalam mendidik anaknya ia berusaha memberikan pendidikan yang baik, mengajari mana yang harus menjadi tugas dan prioritas.

 

Dari penjelasan diatas menjelaskan bahwa adanya hubungan antara orang tua dalam membentuk anak dengan karakter anak yang diinginkan orang tua. Semua ini bisa saja terjadi. Orang tua akan melakukan apapun yang terbaik untuk anaknya.

 

Nah, perlu kita ketahui makna "Anakmu adalah Cerminmu" ini sejatinya adalah tidak melulu tentang karakter orang tua yang menurun pada anaknya saja, melainkan kesungguhan orang tua dalam membentuk karakter anak juga merupakan suatu bukti usaha yang terlihat bahwa itulah yang juga akan menjadikan contoh bagi anaknya.

 

Orang tua yang sungguh-sungguh, meskipun sebetulnya adalah pemalas, menunjukkan bahwa ia sebetulnya juga bisa bertanggungjawab dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal tersebut terlihat dari keinginan yang kuat dan caranya yang berusaha keras agar anaknya bisa lebih baik dari dirinya (orang tua). Dan seseorang sejatinya dapat berubah pula demi mencapai suatu tujuan seiring berjalannya waktu. 

 

Dari penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa makna "Anakmu adalah Cerminmu", sebenarnya bermakna pula jika cerminan anak sebetulnya bagaimana orang tua memperlakukan dan mendidik anaknya.

 

Jadi, ada sedikit pembelajaran umum untuk kita semua saat ini, baik yang belum berkeluarga, akan berkeluarga, ataupun yang sudah berkeluarga. Jika kelak anakmu salah, anakmu memiliki kekurangan, janganlah terlalu menyalahkannya. Sebab sifat, sikap, dan maupun karakter anak, sebetulnya adalah mengenalkan siapa dirimu. Sebagaimana cermin, anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya.