Nasib Baik Casis Bintara Lawan Begal hingga Jari Putus, Diterima Jadi Anggota Polri

Satrio Mukhti (18), casis Bintara Polri korban begal sadis
Sumber :
  • Antara

Cerita Kita – Satrio Mukhti (18), calon siswa (casis) Bintara Polri yang menjadi korban begal di Jakarta Barat, akhirnya diterima masuk sebagai anggota Polri melalui jalur penerimaan untuk disabilitas.

img_title Tak Peduli Pandangan Orang, Begini Perjuangan Penyandang Dwarafisme Buktikan Kemampuan Diri

Sebelumnya, Satrio yang merupakan warga Tanjung Duren, menjadi korban begal di Jalan Arjuna, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024. Saat kejadian, Satrio hendak berangkat menuju lokasi psiko tes Bintara Polri di SMK MI Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ketika tiba di Jalan Arjuna, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, dirinya diikuti tiga orang yang mengendarai satu sepeda motor.

img_title Modus Masuk Polisi, Pria di Makassar Tipu Calon Siswa Polri Rp200 Juta

Pelaku berjumlah tiga orang memakai satu motor. Awalnya korban tidak melihat pelaku bawa senjata tajam. Korban sempat mengajak duel satu pelaku dan tidak menggunakan senjata tajam Tapi, dua temannya ikut turun dengan membawa golok.

Akibat sabetan golok tersebut, Satrio terluka di bagian jari tangan dan kakinya. Sepeda motor serta handphone juga dibawa kabur oleh pelaku.

img_title Bawa Pesan Keberagaman dan Inklusivitas, SAFF & Co. Luncurkan KIRITHRA bersama Seniman Disabilitas

Satrio Mukhti (18), casis Bintara Polri korban begal sadis

Photo :
  • Multimedia Polri

Hadiah Kapolri

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, di Jakarta, Jumat, mengatakan diterimanya Satrio mengikuti pendidikan Bintara Polri melalui jalur disabilitas atas perhatian dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Mantan Kadiv Humas Polri itu menyebut, musibah yang menimpa casis Bintara Polri itu mendapat atensi dari pimpinan Polri. "Sehingga Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada Satrio Mukhti, diterima sebagai anggota Polri," kata Dedi.

Menurut dia, Kapolri mengapresiasi keberanian Casis Bintara Polri itu melawan pelaku begal hingga mengalami cidera pada salah satu jari tangannya.

"Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen," kata Dedi. 

Sementara itu, korban pembegalan Satrio menceritakan kronologi kejadian di mana awalnya dirinya hendak berangkat menuju lokasi psikotes Bintara Polri di SMK MI Pesanggrahan, Jakarta Selatan dari rumahnya di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Saat tiba di Jalan Arjuna, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, ia mengaku diikuti oleh tiga orang yang mengendarai satu sepeda motor dan beberapa saat kemudian ia dibegal.

Halaman Selanjutnya
img_title