Hati-hati, Berhenti Lakukan Kebiasaan ini Saat Anak Terjatuh
- Takasuu/iStock
2. Ketidakjujuran karena anak merasa hal yang dilakukannya adalah hal yang tidak mau ia tanggung konsekuensinya. Sikapnya menjadi defensif dengan berbagai cara termasuk berbohong.
3. Anak tidak mau introspeksi diri. Merasa apa yang dilakukannya selama ini adalah yang yang benar dan orang lain salah. Ia merasa sama sekali tidak terlibat dengan masalah yang ia hadapi, dan enggan mengoreksi diri.
Tentu jika hal yang dilakukan orang tua tersebut berlanjut maka akan mempengaruhi sikapnya ketika dewasa yang tidak mau menerima masukan orang lain dan cenderung tidak mau disalahkan. Sebagai orang tua tidak ingin anak-anak kita menjadi seperti dewasa. Maka, cobalah memakai cara lain ketika anak kita terjatuh atau terluka atas kesalahannya sendiri.
Anak menyalahkan org lain
- Figure8Photos mu/iStock
Pertama yang harus dilakukan orangtua ketika anak terluka karena terjatuh karena kesalahannya sendiri, cobalah mengecek keadaannya. Berikan motivasi untuk bangkit dengan sendirinya jika memang dia tampak baik-baik saja, dengan menggunakan kata-kata seperti : "nggak papa sayang, yuk berdiri sayang kamu pasti bisa anak pinter".
Atau jika ia terluka, maka validasi rasa sakitnya kemudian baru kemudian hibur dia tanpa menyalahkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Sisipkan pesan supaya anak lebih berhati-hati kedepannya.
Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut akan mendulang pemikiran positif sang anak supaya ketika mereka dewasa nanti agar bisa merenungkan apa yang sedang terjadi dan tidak menyalahkan orang lain atas keadaannya. Sehingga ia belajar bahwa setiap orang tidak ada yang sempurna dan pasti pernah melakukan kesalahan.