Wajibkah Memakai Cadar Bagi Para Muslimah?

wanita memakai niqob
Sumber :
  • michael wave/unsplash

Cerita Kita –Cadar atau "Niqab" merupakan kain yang digunakan untuk menutup wajah oleh para perempuan muslimah. Berbicara mengenai hukum niqab tentu tidak jauh dari bahasan tentang batasan aurat wanita dan apakah wajah termasuk dari aurat yang harus ditutup?  

img_title Bournemouth Pesta 3-0 atas Sturm Graz di Malam Eropa Perdana yang Penuh Emosi

Kebanyakan ulama dalam melihat cadar memang tidak mewajibkan para muslimah untuk menutupi wajahnya karena bukan bagian dari aurat. Pendapat tersebut berdasarkan pada ulana-ulama besar seperti Ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Maliki, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali.

Seperti pendapat dari Imam Nawawi dari mazhab Syafi’i : 

img_title Toulouse Bantai Le Mans 3-0, Brace Russell-Rowe Bawa Les Violets Naik ke Tujuh Besar

  وَأَمَّا الْمَرْأَةُ فَإِنْ كَانَتْ حُرَّةً فَجَمِيْعُ بَدَنِهَا عَوْرَةٌ إِلَّا الْوَجْهَ وَالْكَفَّيْنِ 

Artinya ;  “Adapun perempuan, jika merdeka, maka seluruh tubuhnya merupakan aurat, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.” (Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Raudhatut Thalibin, juz 1, h. 104).   

img_title Dian Sastro Curi Perhatian di BIFF 2026, Tampil Anggun Berbalut Gaun Wilsen Willim

Tetapi ada juga dari ulama mazhab Syafi'i yang berpendapat bahwa wajah wanita merupakan aurat dan harus ditutupi. Seperti yang pernah ditulis oleh Syekh Syarqawi: 

  أَمَّا عَوْرَتُهَا خَارِجَ الصَّلَاةِ بِالنِّسْبَةِ لِنَظَرِ الْأَجْنَبِيِّ إِلَيْهَا فَجَمِيْعُ بَدَنِهَا حَتَّى الْوَجْهَ وَالْكَفَّيْنِ 

“Adapun aurat perempuan di luar shalat dari sisi pandangan laki-laki lain terhadap dirinya adalah seluruh badannya, sampai wajah dan kedua telapak tangan.” (Lihat: Abdullah bin Hijazi Asy-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi Ala Tuhfathit Tullab, juz 1, h. 174).  

niqob, cadar

Photo :
  • muhmed alaa el-bank/unsplash

Terlepas dari wajib tidaknya memakai cadar oleh para ulama, ada beberapa hukum bercadar menyesuaikan kondisi si pemakai. 

Haram 

Para ulama dari empat madzhab bersepakat bahwa memakai cadar diharamkan ketika perempuan tersebut tengah melakukan Ihram. Jika  seseorang tersebut memaksa mengenakan cadar padahal tidak ada hal yang mendesak dibaliknya, maka perempuan tersebut harus membayar denda sesuai dengan hadis riwayat Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda : 

وَلاَ تَنْتَقِبُ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ، وَلاَ تَلْبَسُ القُفَّازَيْنِ  

"Dan seorang wanita yang berihram tidak boleh memakai cadar dan tidak boleh memakai kaos tangan."

Makruh

Memakai cadar hukumnya makruh ketika dilakukan saat shalat. Seperti kata Syekh Mansur bin Yunus Al-Bahuti :

  وَيُكْرَهُ أَنْ تُصَلِّيَ فِي نِقَابٍ وَبُرْقُعٍ بِلَا حَاجَةٍ، قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: أَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ عَلَى الْمَرْأَةِ أَنْ تَكْشِفَ وَجْهَهَا فِي الصَّلَاةِ وَالْإِحْرَامِ.  

Dan dimakruhkan bagi perempuan shalat dengan (memakai) cadar dan burqu’, tanpa ada hajat. Ibnu Abdil Bar berkata: Para ulama bersepakat bahwa seorang perempuan harus membuka wajahnya pada saat shalat dan ihram. (Mansur bin Yunus Al-Bahuti, Kasysyaful Qina an Matnil Iqna’, juz 2, h. 256).

Halaman Selanjutnya
img_title