ByteDance Garap Smartphone AI Bareng Vendor China

ByteDance
Sumber :
  • Roslan Rahman/AFP/Getty Images

Ceritakita – Perusahaan teknologi ByteDance, yang dikenal sebagai induk TikTok, terus memperluas langkahnya di sektor kecerdasan buatan atau AI.

img_title iPhone 17 Pro Dapat Lawan Baru, Vivo X300 Ultra Siap Menggebrak Pasar

Perusahaan asal China ini dilaporkan menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen ponsel untuk mengembangkan smartphone AI. Beberapa merek yang disebut terlibat dalam kerja sama tersebut antara lain Vivo, Lenovo, dan Transsion.

Dalam kolaborasi ini, ByteDance dan para mitranya mengembangkan smartphone AI yang dilengkapi plug in AIGC yang terpasang langsung di dalam perangkat.

img_title Tiga Kelompok KKM Literasi Untirta Resmi Diterjunkan di Kecamatan Tirtayasa

Sumber internal menyebutkan ByteDance dan Vivo telah mencapai kesepakatan awal.

Saat ini, kedua pihak masih membahas detail teknis terkait kerja sama tersebut. Strategi ini dinilai sebagai upaya ByteDance untuk mengamankan akses langsung ke pengguna.

img_title Kanker Reproduksi Ancam Kesuburan, tapi Teknologi Pelestarian Fertilitas Buka Peluang Memiliki Anak Pasca Pengobatan

Selain itu, langkah ini juga bertujuan mengubah peran AI dari yang sebelumnya hanya menjadi fitur pasif, menjadi eksekutor utama dalam sistem ponsel, demikian dikutip dari TechNode, Rabu 31 Desember 2025.

Langkah ByteDance ini menandai perubahan besar dalam pasar ponsel AI di China. Jika sebelumnya masing masing perusahaan mengembangkan teknologi secara mandiri, kini industri mulai bergerak menuju pembentukan ekosistem kolaboratif antara perusahaan internet besar dan produsen perangkat keras.

Dalam skema kerja sama yang disiapkan, ByteDance dikabarkan akan menghapus biaya pengembangan khusus. Selain itu, perusahaan juga berencana berbagi pendapatan dari penjualan token.

Melalui model ini, produsen ponsel bisa memperoleh pemasukan langsung dari distribusi trafik, layanan berlangganan, hingga trafik lanjutan. Meski demikian, pembahasan mengenai model bisnis ini masih berada pada tahap awal.

ByteDance juga disebut akan memfokuskan distribusi trafik ke ponsel kelas menengah dengan harga di atas 2.000 yuan atau sekitar Rp4,7 juta.

Program ini rencananya akan dimulai dari model model terbaru.

Selanjutnya, ekosistem tersebut akan diperluas ke perangkat lain melalui pembaruan sistem OTA. Jika berhasil menjangkau 150 hingga 200 juta perangkat, ByteDance diproyeksikan menjadi pesaing serius bagi perusahaan internet lain.

Kondisi ini diperkuat oleh posisi ByteDance yang saat ini memiliki kekuatan besar di pasar luar negeri. Karena itu, pengembangan ponsel AI ini dinilai akan menyasar konsumen global.

Halaman Selanjutnya
img_title