Mason Mount Optimis Masuk Skuad Inggris di Piala Dunia 2026

Mason Mount
Sumber :
  • Reuters/JASON CAIRNDUFF

Ceritakita – Ceritakita – Mason Mount percaya masih ada peluang untuk masuk skuad Inggris di Piala Dunia 2026. Gelandang Manchester United itu menikmati kebangkitan performa di bawah asuhan Ruben Amorim.

img_title Tak Lagi Masuk Skuad Utama, Marcus Rashford Disebut Cocok Diselamatkan Musuh Bebuyutan

Setelah beberapa tahun diganggu cedera, inkonsistensi, dan perpisahan yang menyakitkan dari Chelsea, pemain berusia 26 tahun ini akhirnya menikmati rangkaian starter yang terasa sebagai kemajuan nyata, bukan sekadar janji.

Mount telah memulai tiga pertandingan terakhir United dan berharap bisa menambah satu lagi saat Newcastle United datang ke Old Trafford pada Boxing Day.

img_title Santai Hadapi Badai Hukum Kasus 115 Pelanggaran, Enzo Maresca Tegaskan Skuadnya Tak Terganggu

Bagi pemain yang kariernya di United sering tersendat saat momentum terlihat terbentuk, kesempatan merangkai beberapa penampilan beruntun sangat berarti.

Mengenang masa lalu, Mount menilai kemampuannya menghadapi masa sulit telah terbentuk jauh sebelum tekanan sepak bola elit sepenuhnya terasa.  

img_title Inggris Harus Kerja Ekstra di Euro 2028 Saat Argentina Enak Dapat Tiket Gratis

"Semuanya selalu tentang, sejak kecil, masuk tim utama," ujar Mount kepada Sky Sports.

"Saya rasa di masa muda saya, saya tidak banyak mengalami kemunduran. Saya beruntung bermain di tim yang sangat bagus dan sering menang. Kemudian seiring bertambahnya usia, kamu memahami pasti akan ada naik dan turun. Penurunan yang saya alami adalah kalah dalam pertandingan besar atau final. Itu pasti sesuatu yang harus dipelajari dan diatasi."

Puncak kesulitan Mount terlihat jelas dalam derby Manchester lebih dari setahun lalu. Diberi kesempatan starter oleh pelatih baru Ruben Amorim melawan Manchester City, Mount hanya bertahan 12 menit sebelum cedera kembali memaksanya keluar lapangan.

Momen berjalan pelan ke lorong stadion dengan didampingi tim medis United menggambarkan frustrasi seorang pemain yang ingin berkontribusi namun terus dibatasi tubuhnya.  

"Sangat berat karena pelatih baru saja datang," ungkapnya. "Saya mulai masuk tim. Ketika cedera itu datang, saya berpikir 'ini tidak akan baik'. Butuh beberapa hari untuk menenangkan diri. Tapi bagi saya selalu, 'Saya harus fokus, apa yang bisa dilakukan untuk kembali secepat mungkin dan dalam kondisi terbaik?'"  

Pola pikir itu kini membuahkan hasil. Kepercayaan Amorim terbayar dengan Mount yang membawa intensitas, disiplin, dan keseimbangan di lini tengah United. Bahkan saat kalah, kontribusi Mount tetap diperhitungkan.

Gary Neville menilai dalam kekalahan 2-1 atas Aston Villa, United tampak lebih baik saat Mount terlibat, penilaian yang tidak hanya berdasar statistik.  

"Ada banyak hal yang orang tidak lihat, tapi dalam grup, membawa energi bagi saya dan teman-teman di lapangan sangat penting," tegas Mount.

"Melakukan press atau menekan kiper saat tidak seharusnya, itu juga menjadi sinyal bagi pemain lain. Saya ditempatkan sedikit lebih maju dari posisi biasanya, bisa maju, masuk kotak, dan saat tidak punya bola, saya akan turun membantu rekan di tengah," katanya.  

Mount yakin performa terbaiknya mungkin masih akan datang, dibentuk dari pelajaran beberapa musim terakhir.  

"Saya rasa saya mulai benar-benar kembali ke level terbaik," ujarnya.

"Dengan semua pengalaman yang saya miliki, level terbaik saya bisa lebih tinggi dari sebelumnya. Dua tahun terakhir sulit untuk mendekati level itu. Sekarang, saya punya pra musim yang bagus dan banyak menit bermain. Saya merasa mendekati performa terbaik."  

Seiring performa klub meningkat, perhatian Mount mulai tertuju ke sepak bola internasional. Kesempatan masuk skuad Inggris Piala Dunia yang sebelumnya terasa pasti, kini menjadi target.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengenal Mount dengan baik, termasuk saat assist untuk gol kemenangan di final Liga Champions 2021. Familiaritas ini bisa menjadi keuntungan, asalkan performa di klub mendukung.  

"Saya selalu bilang itu dimulai dari klub. Jika tampil bagus di klub, ada peluang masuk skuad," ujar Mount mengenai peluangnya di Piala Dunia.

"Pertama dan utama, jika tim menang, memimpin liga, maka selalu ada peluang. Saya mengenal Thomas dan tahu apa yang ia inginkan. Saya akan melakukan segalanya untuk masuk skuad," pungkasnya.