Iptu Tomi Marbun Hilang di Papua, Keluarga Laporkan Kapolres Teluk Bintuni ke Propam Mabes Polri

Dok. Istimewa
Sumber :

Menurut Monterry Marbun, proses pencarian yang dilakukan terhadap Iptu Tomi Marbun sangat tidak maksimal. Sebab Ia melihat hanya segelintir pasukan saja yang diterjunkan ke TKP. Tentu hal ini membuat pihaknya, terutama keluarga bertanya-tanya ada apa sebenarnya dibalik peristiwa hilangnya Iptu Tomi Marbun.

Percepat Lumbung Pangan Nasional, Puluhan Eskavator Haji Isam Kembali Mendarat di Merauke

"Menurut saya yang langsung turun kelapangan yang mana saya pernah ke papua walaupun tidak ke TKP, tapi saya melihat tidak ada pencarian yang maksimal. Karna dari tanggal 18 desember hingga saat ini tim yang pernah langsung sampe ke TKP itu hanya 9 orang, yang mana 4 orang adalah warga sipil dan sisanya anggota," jelasnya.

Apalagi, lanjut Monterry Marbun, dalam proses pencarian tim Basarnas turun ke TKP hanya satu hari. Bahkan, 15 anggota TNI dari Batalyon 763 yang datang untuk memberikan bantuan saat sampai di pos pencarian tidak diizinkan oleh salah satu petinggi polisi setempat.

Dukung Proyek Cetak Sawah 1 Juta Ha, 88 Unit Ekskavator Haji Isam Kembali Tiba di Merauke

"Karna setau keluarga apabila ada kehilangan  di suatu tempat yang melakukan pencarian maksimal seharusnya basarnas yang kita tau dan kita saksikan langsung basarnas itu hanya satu hari melakukan pencarian kalo saya tidak salah itu tgl 19 saja dan setelah dari situ mereka tidak pernah melakukan pencarian lagi," ungkap Monterry.

"Kedua ketika ada perintah Kasad Maruli Simanjuntak untuk memberikan anggota dalam melakukan pencarian Kasad langsung memerintahkan Kodim ke Bintuni dan menunjuk 15 orang anggota Batalyon 763 untuk berangkat ke TKP, tetapi setelah 15 orang ini sampe di pos pencarian mereka disuruh pulang oleh Kabag Ops dan disuruh standby di batalyon dan hingga sekarang belum ke TKP sama sekali," sambungnya.

DAP Minta Seluruh Senator Asal Papua Dukung Anak Papua Jadi Pimpinan DPD RI

Hal itu juga yang memaksa Monterry Marbun akhirnya melayangkan laporannya kepada divisi Propam Mabes Polri atas ketidakprofesionalan Polres Tekuk Bintuni dalam melakukan pencarian terhadap anggotanya yang hilang saat bertugas.

"Hari ini saya juga ke Propam habis dari Bareskrim dan ini baru selesai dari Propam membuat laporan terkait ketidakprofesionalannya Kapolres Teluk Bintuni. Saya datang dari Papua untuk meminta pertolongan kepada Kabareskrim dan Kadiv Propam karena yang hilang ini anggota polri dan hilang saat sedang melakukan tugas Polri," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title