Pandangan Akademisi Universitas Batam Soal Kehadiran TNI di Lingkungan Kampus

Akademisi Universitas Batam, Dr. Fendi Hidayat
Sumber :

Batam – Akademisi Universitas Batam, Dr. Fendi Hidayat, angkat suara terkait polemik yang muncul di sejumlah kalangan mengenai kehadiran TNI di lingkungan kampus. Menurutnya, dinamika hubungan antara institusi militer dan dunia pendidikan seyogianya dilihat dalam kerangka sinergi positif yang saling menguatkan.

img_title Merayakan ulang tahun Silver Anniversary ke-25, ICRP Tegaskan Komitmen Rawat Perdamaian di Tengah Kebhinekaan

"TNI sebagai garda utama bangsa telah memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Kehadirannya di kampus dalam konteks program bela negara, pelatihan kepemimpinan, atau kolaborasi riset strategis dapat memperluas wawasan mahasiswa tentang nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial," ujar Dr. Fendi dalam pernyataannya, Jumat, 25 April 2025

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebebasan akademik adalah prinsip fundamental yang tidak boleh dikompromikan dalam bentuk apapun. Dunia kampus, menurutnya, harus tetap menjadi ruang intelektual yang menjamin kebebasan berpikir dan berdiskusi secara kritis.

img_title Kornas Kawan Indonesia Minta Masyarakat Waspadai Oknum Klaim Jenderal dan Pejabat Tawari Lahan Sitaan Negara

"Kerja sama antara kampus dan TNI harus dibangun atas dasar transparansi, koordinasi resmi, dan penghormatan terhadap otonomi perguruan tinggi. Jika prinsip-prinsip ini dijaga, maka kehadiran militer justru dapat memperkaya diskursus akademik dan menumbuhkan semangat cinta tanah air," tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak soal potensi agenda tersembunyi di balik kehadiran TNI, Dr. Fendi menyatakan bahwa hal tersebut tidak berdasar selama semua pihak berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan.

img_title Kesaksian Eks Dokter Jaga IGD RSCM, Dr. Ani Hasibuan: Narasi Pemerkosaan Massal 1998 Tak Sesuai Fakta Medis

"Kampus memiliki peran strategis dalam membangun dialog lintas sektor, termasuk dengan TNI. Keterlibatan TNI dalam kapasitas edukatif bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk aktif terlibat dalam pembangunan nasional, tanpa menggerus daya kritis mereka," jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya kolaborasi antara institusi militer dan sivitas akademika demi terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang cerdas, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

"Hanya dengan kolaborasi berbagai elemen bangsa, termasuk TNI-Kampus melalui dialog terbuka dan semangat kolaboratif, kita bisa menciptakan ruang akademik yang progresif namun tetap menjunjung tinggi identitas kebangsaan," pungkasnya.