Soroti Hilangnya Kuota Pelanggan yang Raib, Legislator PDI Perjuangan: Operator Kejam
“Contoh, saya pakai kartu Halo, tapi hampir tidak pernah digunakan secara aktif. Tiap bulan tetap harus membayar, padahal yang terpakai tidak sampai 50 persen. Nah, ini saya tanya, ke mana larinya sisa kuota itu?” ujar dia.
Lebih lanjut, Sadarestuwati juga mempertanyakan kontribusi Telkom terhadap negara yang dinilai belum maksimal. Ia menyebut, kontribusi Telkom lewat pajak dan dividen selama periode 2020 hingga 2024 hanya sekitar Rp20 triliun.
“Kalau melihat usaha Telkom Group, harusnya bisa jauh lebih besar dari itu. Kalau boleh saya katakan, kontribusinya tidak sekecil ini,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Sadarestuwati menyoroti soal gangguan jaringan yang kerap terjadi saat momen penting, termasuk ketika penghitungan suara Pemilu.
“Terakhir, saya ingin bertanya soal jaringan yang selalu trouble saat pesta demokrasi, seperti saat penghitungan suara KPU yang tiba-tiba berhenti. Nah, setelah berhenti, angkanya berubah. Ini tanggung jawab Telkom atau KPU? Kenapa bisa begitu?” tanyanya.
Ia berharap, jajaran direksi baru Telkom mampu menjawab semua persoalan tersebut secara terbuka dan menjalankan tata kelola yang lebih transparan, agar kehadiran BUMN ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.